Kuansing (Kemenag)— Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan generasi muda, Penyuluh Agama Islam PPPK, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Isam, melaksanakan kegiatan Penyuluhan Buta Aksara Al-Qur’an yang dipusatkan di SMK Negeri 1 Sentajo Raya, pada Rabu (30/7/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Kementerian Agama dalam rangka memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan pelajar. Muhammad Isam menyampaikan bahwa penyuluhan ini ditujukan untuk membekali para siswa dengan kemampuan dasar membaca huruf hijaiyah, memperbaiki tajwid, serta menumbuhkan kecintaan mereka terhadap kitab suci Al-Qur’an.
 “Al-Qur’an adalah pedoman hidup umat Islam. Sangat penting bagi generasi muda untuk tidak hanya bisa membaca, tetapi juga memahami makna dan nilai-nilainya,” ujar Muhammad Isam dalam sambutannya.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah, khususnya para guru dan siswa. Kepala SMK Negeri 1 Sentajo Raya, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas perhatian KUA Kecamatan Sentajo Raya dalam membantu pembinaan karakter religius siswa melalui kegiatan keagamaan yang konstruktif.
Kegiatan penyuluhan dilaksanakan secara interaktif dengan metode pembelajaran kelompok kecil, pembacaan bersama, dan pembinaan intensif membaca Al-Qur’an. Para siswa yang sebelumnya belum mengenal huruf hijaiyah diberikan bimbingan khusus secara sabar dan bertahap.
Selain itu, Muhammad Isam juga memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di luar jam sekolah melalui kelompok belajar atau TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) yang ada di lingkungan masing-masing.
Kepala KUA Kecamatan Sentajo Raya, dalam pernyataannya, menyampaikan dukungan penuh atas kegiatan penyuluhan ini.
 “Kami menaruh perhatian besar pada penguatan literasi keagamaan, khususnya Al-Qur’an. Penyuluhan semacam ini akan terus kami galakkan di seluruh jenjang pendidikan dan masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan praktik membaca Al-Qur’an bersama, yang memperlihatkan antusiasme tinggi dari para siswa. Harapannya, kegiatan ini menjadi titik awal dari peningkatan literasi Al-Qur’an di kalangan remaja, khususnya di lingkungan sekolah menengah kejuruan.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama semata, tetapi juga menjadi gerakan bersama antara sekolah, masyarakat, dan keluarga dalam membentuk generasi Qur’ani yang cerdas dan berakhlak mulia.(RDW)