0 menit baca 0 %

Muhammad Khairul Fikri Kupas Dinamika Perkawinan di Binwin VIII KUA Bantan

Ringkasan: Bantan (Kemenag) Kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) Angkatan VIII KUA Kecamatan Bantan kembali berlanjut pada hari kedua Kamis, (04/09/2025) pukul 14.00 WIB. Sebanyak 15 pasang calon pengantin mengikuti sesi materi yang disampaikan oleh narasumber, M.

Bantan (Kemenag) – Kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) Angkatan VIII KUA Kecamatan Bantan kembali berlanjut pada hari kedua Kamis, (04/09/2025) pukul 14.00 WIB.

Sebanyak 15 pasang calon pengantin mengikuti sesi materi yang disampaikan oleh narasumber, M. Khairul Fikri, dengan topik “Dinamika Perkawinan: Menjaga dan Memupuk Tiga Komponen Suami Istri.”

Dalam paparannya, Khairul Fikri menegaskan bahwa kehidupan rumah tangga akan harmonis bila pasangan suami istri mampu menjaga tiga komponen utama, yaitu Pertama, Komunikasi yang sehat – Suami istri harus terbuka, saling memahami, dan mampu menyampaikan perasaan tanpa menyakiti. Kedua, Kepercayaan dan tanggung jawab – Fondasi rumah tangga adalah saling percaya, serta masing-masing pihak menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya. Ketiga, Kasih sayang dan perhatian – Rumah tangga akan tumbuh bahagia bila dipenuhi rasa cinta, kepedulian, dan dukungan emosional.

Khairul Fikri berharap, para calon pengantin benar-benar mengamalkan ilmu yang didapat dalam Binwin sehingga dapat mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. “Jangan berhenti belajar setelah menikah, karena perkawinan itu dinamis dan selalu membutuhkan pembaruan sikap, pemahaman, dan kesabaran,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang peserta perwakilan catin menyampaikan kesan positifnya. Menurutnya, materi ini sangat bermanfaat sebagai bekal menjalani kehidupan rumah tangga. “Kami berterima kasih atas ilmu yang diberikan. Semoga kami mampu menjaga komunikasi, saling percaya, dan menumbuhkan kasih sayang dalam rumah tangga kami kelak,” ujarnya.

Dari pihak KUA Bantan disampaikan harapan agar seluruh peserta Binwin tidak hanya mengikuti kegiatan secara formalitas, tetapi benar-benar mempraktikkan nilai-nilai yang diperoleh. “Kami berharap para catin mampu menjadi pasangan yang kuat, rukun, dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Semoga rumah tangga yang dibangun benar-benar menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah,” pesan pihak KUA.