Kuansing (Kemenag) — Dalam rangka meningkatkan kompetensi penyuluh agama Islam di era digital dan memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai moderasi beragama, Muhammad Ridwan, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, mengikuti Pelatihan Massive Open Online Course (MOOC) Kemenag Pintar yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Jumat 1 Agustus 2025.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program strategis nasional yang bertujuan untuk membentuk penyuluh agama yang adaptif, inovatif, dan interaktif dalam menjalankan tugas-tugas penyuluhan di tengah masyarakat yang semakin kompleks dan dinamis.
Dalam keterangannya, Muhammad Ridwan menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan penguatan wawasan, metodologi, dan pendekatan baru dalam menyampaikan materi keagamaan, terutama dalam menghadapi tantangan dakwah di era digital.
“Pelatihan MOOC Kemenag Pintar ini sangat bermanfaat. Saya mendapatkan banyak wawasan baru tentang cara melakukan penyuluhan yang lebih interaktif, inklusif, dan kontekstual, serta memperdalam pemahaman saya tentang nilai-nilai moderasi beragama,” ujar Muhammad Ridwan.
Materi yang disajikan dalam pelatihan mencakup berbagai aspek penting, antara lain:
Teknik penyuluhan agama berbasis digital
Komunikasi efektif dalam penyuluhan
Strategi membangun dialog antarumat beragama
Pemahaman mendalam tentang moderasi beragama sebagai sikap beragama yang seimbang, adil, dan toleran.
Partisipasi Muhammad Ridwan dalam pelatihan ini menunjukkan komitmen tinggi penyuluh agama di tingkat kecamatan untuk terus meningkatkan kapasitas diri, demi tercapainya pelayanan keagamaan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Kepala KUA Kecamatan Sentajo Raya menyambut baik keikutsertaan Muhammad Ridwan dalam pelatihan ini, dan berharap agar ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan secara langsung dalam kegiatan penyuluhan di lapangan.
“Penyuluh agama adalah ujung tombak Kementerian Agama dalam membina umat. Dengan pelatihan ini, kita berharap penyuluh semakin mampu menjadi agen moderasi beragama yang mampu merangkul semua kalangan dengan pendekatan yang bijak dan konstruktif,” ujar Kepala KUA.
Dengan mengikuti pelatihan MOOC Kemenag Pintar, Muhammad Ridwan kini semakin siap untuk menghadirkan penyuluhan yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif, serta membangun kehidupan umat yang harmonis dan toleran di tengah keberagaman.(RDW)