0 menit baca 0 %

Muhammad Ridwan: Jangan Bosan dan Malu Belajar Al Qur'an

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Dalam upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur an di kalangan generasi muda, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, melaksanakan kegiatan penyuluhan pemberantasan buta aksara Al-Qur an kepada para siswa-siswi SMA Negeri 1 Sentajo Raya.

Kuansing (Kemenag) — Dalam upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di kalangan generasi muda, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, melaksanakan kegiatan penyuluhan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an kepada para siswa-siswi SMA Negeri 1 Sentajo Raya. Jumat 1 Agustus 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah tersebut bertujuan untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an bagi siswa, terutama mereka yang masih mengalami kesulitan dalam membaca huruf hijaiyah dan memahami dasar-dasar membaca Al-Qur’an.

Dalam penyampaiannya, Muhammad Ridwan menekankan pentingnya kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai fondasi utama pendidikan agama Islam. Ia menyampaikan bahwa buta aksara Al-Qur’an bukan hanya menjadi tantangan personal, tetapi juga merupakan tantangan umat yang harus ditanggulangi bersama.

 “Generasi muda adalah penerus bangsa dan umat. Mereka harus dibekali dengan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, agar mampu menjadikan kitab suci ini sebagai pedoman hidup,” ujar Ridwan dalam sesi pembukaan penyuluhan.

Kegiatan penyuluhan ini mendapat respon positif dari pihak sekolah, guru, dan para siswa. Dukungan moral dan fasilitasi tempat dari SMA Negeri 1 Sentajo Raya menjadi bentuk nyata sinergi antara instansi pendidikan dan Kementerian Agama dalam mencerdaskan kehidupan beragama.

Para siswa yang sebelumnya masih berada di tingkat dasar pembelajaran Al-Qur’an, seperti membaca Iqra’, diberikan bimbingan secara intensif. Metode yang digunakan bersifat partisipatif dan komunikatif, agar siswa merasa nyaman dan termotivasi untuk belajar.

Pihak sekolah juga menyambut baik dan siap mendukung program ini untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan terjadwal, sebagai bagian dari pembinaan rohani siswa.

Pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di kalangan pelajar merupakan agenda strategis nasional, sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam menciptakan masyarakat yang melek huruf Al-Qur’an dan berakhlak mulia. Muhammad Ridwan menambahkan bahwa kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan dan dijangkau ke seluruh lapisan pendidikan.

 “Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi semua pihak: penyuluh, sekolah, orang tua, dan tentunya semangat belajar para siswa itu sendiri,” tegasnya.

Dengan semangat pengabdian, Muhammad Ridwan berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi awal dari terbentuknya generasi Qur’ani yang tangguh, yang tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.(RDW)