0 menit baca 0 %

Muhammad Ridwan: Jangan Malu dan Bosan Belajar Al Qur'an

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, melaksanakan kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan Buta Aksara Al-Qur an di SMA Negeri 1 Sentajo Raya, Selasa (12/08/2025).Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan...

Kuansing (Kemenag)– Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, melaksanakan kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan Buta Aksara Al-Qur’an di SMA Negeri 1 Sentajo Raya, Selasa (12/08/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan memahami Al-Qur’an di kalangan pelajar, khususnya mereka yang masih mengalami kesulitan dalam pengenalan huruf hijaiyah dan tajwid. Program ini juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an di tingkat pendidikan menengah.

Dalam materinya, Muhammad Ridwan menegaskan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan pondasi penting bagi setiap muslim. “Membaca Al-Qur’an bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga sumber petunjuk hidup. Pelajar yang mampu membaca dan memahami Al-Qur’an akan memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Metode pembinaan dilakukan secara interaktif, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah, latihan makhraj dan tajwid, hingga praktik membaca ayat-ayat pendek. Para siswa dibagi ke dalam kelompok kecil agar proses pembelajaran lebih efektif dan setiap peserta mendapatkan pendampingan langsung.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini. Kepala SMA Negeri 1 Sentajo Raya menyampaikan apresiasi kepada KUA Kecamatan Sentajo Raya yang telah memberikan perhatian khusus pada pembinaan keagamaan di sekolah. “Program ini sangat bermanfaat untuk memperkuat pendidikan agama di lingkungan sekolah kami,” katanya.

Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan generasi muda di Kecamatan Sentajo Raya tidak hanya terampil membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berwawasan luas.(RDW)