Kuansing (Kemenag)— Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, kembali menunjukkan kiprahnya dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Pada hari Jumat, 1 Agustus 2025, beliau bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Baitul Muttaqin, Dusun Campur Sari, Desa Marsawa, Kecamatan Sentajo Raya.
Dalam khutbahnya yang mengangkat tema “Sabar dan Banyak Bersyukur kepada Allah SWT”, Muhammad Ridwan mengajak jamaah untuk menjadikan sabar dan syukur sebagai dua pilar utama dalam menjalani kehidupan. Ia menyampaikan bahwa keduanya merupakan bentuk penghambaan kepada Allah yang sangat dicintai dan dijanjikan pahala yang besar.
“Dalam kehidupan ini, tidak semua yang kita inginkan akan sesuai dengan kenyataan. Maka sabar adalah pelindung jiwa agar kita tidak larut dalam kekecewaan. Dan syukur adalah cara kita menjaga nikmat agar terus bertambah,” ungkapnya dalam khutbah.
Beliau menegaskan bahwa sabar bukanlah tanda kelemahan, melainkan kekuatan hati dalam mengendalikan diri saat menghadapi ujian, baik berupa kesulitan hidup, penyakit, maupun cobaan dalam pekerjaan. Sebaliknya, bersyukur bukan hanya ucapan lisan, tapi harus diwujudkan dengan ketaatan kepada Allah dan berbagi kebaikan kepada sesama.
Dalam khutbah tersebut, Muhammad Ridwan juga mengutip firman Allah SWT dalam Surat Ibrahim ayat 7:
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Tetapi jika kamu kufur (tidak bersyukur), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
Khutbah ini mendapat sambutan hangat dari para jamaah. Beberapa warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran penyuluh agama yang mampu membimbing masyarakat melalui pesan-pesan yang menyejukkan hati dan menggugah kesadaran spiritual.
Ketua pengurus Masjid Baitul Muttaqin, dalam sambutannya seusai shalat, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Muhammad Ridwan. Ia berharap agar kegiatan pembinaan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin untuk memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat, khususnya di daerah pedesaan seperti Dusun Campur Sari.
Kegiatan keagamaan ini sejalan dengan program Kementerian Agama melalui penyuluh agama Islam yang terus aktif menyapa masyarakat hingga ke tingkat dusun dan desa, menyampaikan dakwah yang menyejukkan dan membina umat agar hidup dalam kedamaian, sabar, dan penuh rasa syukur.(RDW)