Kuansing (Kemenag) -Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, kembali melaksanakan tugas validasi data calon pengantin (catin) sebagai bagian dari layanan pranikah di wilayah binaannya. Kali ini, kegiatan dilakukan di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Sentajo Raya, terhadap pasangan calon pengantin Habib Al Fatah dan Regina Nufallah. Selasa 5 Agustus 2025.
Validasi data tersebut mencakup pengecekan kelengkapan dokumen administrasi, kebenaran identitas calon mempelai, serta penetapan wali nikah. Diketahui bahwa wali nikah dari mempelai perempuan, Regina Nufallah, adalah ayah kandungnya sendiri, Bapak Rumli. Muhammad Ridwan memastikan bahwa seluruh proses validasi berjalan dengan baik dan sesuai prosedur.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Ridwan tidak hanya menjalankan tugas administratif semata, namun juga memberikan nasihat dan pembinaan keagamaan kepada kedua calon mempelai. Beliau menyampaikan pesan moral yang mendalam dengan mencontohkan kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.
“Lihatlah dan bacalah kembali kisah Rasulullah SAW. Bagaimana beliau memperlakukan istri-istrinya dengan penuh kelembutan, kasih sayang, dan penghormatan. Rasulullah bukan hanya seorang suami, tetapi juga pendidik dan pelindung yang memuliakan istrinya serta mengangkat derajat kaum perempuan,” tutur Muhammad Ridwan.
Beliau juga menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang baik, sikap saling memahami, serta menjadikan rumah tangga sebagai ladang ibadah yang penuh dengan nilai-nilai kasih dan keadilan. Pesan tersebut diharapkan menjadi bekal spiritual bagi pasangan catin agar mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan landasan iman dan akhlak yang mulia.
Kegiatan validasi data catin ini merupakan bagian dari komitmen KUA Kecamatan Sentajo Raya dalam memberikan layanan bimbingan pranikah yang tidak hanya menekankan aspek legal-formal, tetapi juga spiritual dan moral, demi terciptanya keluarga yang harmonis dan religius di tengah masyarakat.(RDW)