0 menit baca 0 %

Muhammad Rizki.S.Ag, Urgensi perkuat moderasi beragama di indonesia

Ringkasan: Meranti (Inmas) - Penguatan moderasi beragama di Indonesia saat ini penting dilakukan, dengan didasarkan fakta bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa yang sangat majemuk dengan berbagai macam suku, bahasa, budaya dan agama.  Indonesia juga merupakan negara yang agamis walaupun bukan negara berdasarka...

Meranti (Inmas) - Penguatan moderasi beragama di Indonesia saat ini penting dilakukan, dengan didasarkan fakta bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa yang sangat majemuk dengan berbagai macam suku, bahasa, budaya dan agama.  Indonesia juga merupakan negara yang agamis walaupun bukan negara berdasarkan agama tertentu, namun sejatinya Keberadaan agama sangat vital di Indonesia sehingga tidak bisa lepas juga dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di sinilah diperlukan moderasi beragama sebagai upaya untuk senantiasa menjaga agar seberagam apapun tafsir dan pemahaman terhadap agama tetap terjaga sesuai koridor sehingga tidak memunculkan cara beragama yang ekstrem.

Salah satu upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya moderasi beragama. Kementrian Agama Kab. Kepulauan Meranti mengadakan pembinaan Penyuluh Agama Islam non Pns dengan tema Moderasi Beragama. Agar Para Penyuluh yang selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat, dapat menyampailan urgensi Moderasi Beragama demi mewujudkan Kerukunan Umar Beragama, baik secara eksternal maupun internal.

Muhammad Rizki.S.Ag dalam pembinaan penyuluh agama honorer, di aula kopi tiam menyampaikan " Urgensi perkuat moderasi beragama di indonesia,"

Menurut Rizki memahami Islam secara moderat menjadi sangat penting karena sikap keberagaman yang moderat akan menjadikan seseorang berkepribadian paripurna. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah menanggulangi gerakan ekstremisme melalui handphone dan smart phone, yang saat ini menjadi media utama penanaman dan penularan ekstremisme.

Selanjutnya kata rizki, memperkuat pendidikan berbasis agama sangat lah penting, karena Pendidikan dapat membentuk suatu perilaku yang baik pada generasi muda muslim, berdasarkan nilai dan norma tauhid dan aqidah Islam serta memberikan pemahaman toleransi dalam beragama.

Di Akhir penyampaian materinya, Ketua Pokjaluh Kab. Kepulauan Meranti ini mengatakan bahwa, perlu juga memperkuat literasi media dalam menanggulangi hoax yang menjadi prioritas saat ini mengingat sangat banyak isu hoax yang bermunculan.

“Dengan isu SARA dan sangat mudah tersebar di masyarakat, ika tidak ditanggulangi secara cepat dan kontinyu akan berdampak pada tereduksinya ikatan antar umat beragama di Indonesia, yang dapat menjadikan perpecahan bangsa” tutup rizki. (Rizki/ tim Inmas)