0 menit baca 0 %

Muhammad Soleh Tekankan Pentingnya Mengelola Kebutuhan Keluarga pada Bimwin Mandiri Angkatan IX Tahun 2025 KUA Mandau

Ringkasan: Mandau (Kemenag) - Suasana Bimbingan Perkawinan Mandiri Angkatan IX Tahun 2025 pada Kamis (07/08/2025) di KUA Kecamatan Mandau berlangsung penuh semangat. Salah satu sesi yang mendapat perhatian besar dari peserta adalah materi yang disampaikan oleh Muhammad Soleh tentang Memenuhi Kebutuhan Keluarga...

Mandau (Kemenag) - Suasana Bimbingan Perkawinan Mandiri Angkatan IX Tahun 2025 pada Kamis (07/08/2025) di KUA Kecamatan Mandau berlangsung penuh semangat. Salah satu sesi yang mendapat perhatian besar dari peserta adalah materi yang disampaikan oleh Muhammad Soleh tentang “Memenuhi Kebutuhan Keluarga dalam Berumah Tangga”.

Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, Muhammad Soleh mengajak 15 pasang calon pengantin yang hadir untuk memahami bahwa memenuhi kebutuhan keluarga tidak hanya berbicara soal ekonomi, tetapi juga mencakup kebutuhan fisik, emosional, pendidikan, dan spiritual. “Rumah tangga yang sehat adalah rumah tangga yang mampu mengatur prioritas, menjaga keseimbangan pengeluaran, dan memperhatikan kebutuhan setiap anggota keluarga,” ujarnya.

Beliau menekankan bahwa pengelolaan keuangan rumah tangga harus dilakukan dengan perencanaan yang matang. Menurutnya, kemampuan mengatur keuangan adalah salah satu kunci untuk menghindari perselisihan dan menjaga keharmonisan pernikahan. “Jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pemasukan. Buatlah rencana keuangan, pisahkan antara kebutuhan dan keinginan, serta siapkan dana darurat,” tambahnya.

Sesi ini semakin menarik ketika Muhammad Soleh membuka ruang diskusi interaktif. Sutrisno, salah seorang peserta, mengajukan pertanyaan yang cukup mewakili kegelisahan banyak calon pengantin. “Bagaimana cara yang efektif untuk mengatur pengeluaran dalam kehidupan rumah tangga, apalagi di tengah harga kebutuhan yang terus naik?” tanyanya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Muhammad Soleh memberikan jawaban yang praktis namun mendalam. Ia menyarankan untuk memulai dengan membuat anggaran bulanan yang realistis, membedakan antara kebutuhan pokok dan keinginan, serta melibatkan pasangan dalam setiap keputusan keuangan. “Komunikasi adalah kunci. Setiap pengeluaran harus dibicarakan, bukan diputuskan sepihak. Dan jangan lupa, biasakan menabung meskipun sedikit, karena tabungan kecil yang konsisten akan menjadi besar di masa depan,” jelasnya.

Para peserta tampak antusias, banyak yang mencatat poin-poin penting yang disampaikan. Beberapa bahkan mengaku mendapat pencerahan baru tentang pentingnya pengelolaan kebutuhan keluarga secara menyeluruh, bukan hanya fokus pada materi semata.

Sesi yang berlangsung hangat ini menjadi bagian penting dari rangkaian bimbingan perkawinan, karena bekal pengetahuan seperti ini akan sangat dibutuhkan ketika pasangan mulai menjalani kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya.