0 menit baca 0 %

Muhammad Soleh Tekankan Pentingnya Pemenuhan Kebutuhan Keluarga pada Bimwin Mandiri Angkatan XIV

Ringkasan: Mandau (Kemenag) Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Mandau, Muhammad Soleh, menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri Angkatan XIV Tahun 2025 yang dilaksanakan di Aula Kantor Lurah Air Jamban, Kamis (18/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 15 pasang calon pengantin yang a...

Mandau (Kemenag) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Mandau, Muhammad Soleh, menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri Angkatan XIV Tahun 2025 yang dilaksanakan di Aula Kantor Lurah Air Jamban, Kamis (18/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 15 pasang calon pengantin yang akan segera menapaki jenjang rumah tangga.

Dalam penyampaian materinya, Muhammad Soleh menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan keluarga merupakan hal yang sangat urgent dan mendasar dalam membangun rumah tangga. Menurutnya, suami maupun istri memiliki kebutuhan primer yang wajib dipenuhi, karena hal ini menjadi kunci terwujudnya keluarga yang harmonis.

“Kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier harus benar-benar dipahami dan dipilah. Mana yang wajib diutamakan dan mana yang bisa ditunda. Jika kebutuhan keluarga tidak terpenuhi dengan baik, akan menimbulkan perselisihan dan ketidakharmonisan,” jelasnya.

Ia menambahkan, bagi calon suami maupun calon istri, penting untuk memahami konsep kebutuhan sejak dini sebelum melangkah ke akad nikah. Dengan begitu, mereka mampu merencanakan dan mengelola keuangan rumah tangga secara bijaksana.

Di tengah pemaparan materi, salah seorang peserta bernama Andi mengajukan pertanyaan seputar strategi mengatur kebutuhan keluarga ketika penghasilan atau sumber dana suami mengalami penurunan. Pertanyaan tersebut langsung dijawab Muhammad Soleh dengan jelas dan rinci. Ia menekankan pentingnya manajemen keuangan keluarga melalui skala prioritas dan komunikasi terbuka antara pasangan.

“Ketika penghasilan menurun, suami istri harus duduk bersama, membuat kesepakatan, dan memprioritaskan kebutuhan primer terlebih dahulu. Dengan musyawarah, segala persoalan bisa dihadapi dengan bijak,” tegasnya.

Antusiasme peserta terlihat tinggi, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan serta perhatian penuh saat materi berlangsung. Kehadiran narasumber dari penyuluh agama dalam kegiatan ini memberikan pencerahan sekaligus bekal praktis bagi para calon pengantin untuk lebih siap dalam membangun keluarga yang sehat dan harmonis.