Pekanbaru (Inmas)- Dua cara berdakwah yang selalu ditanamkan oleh pengurus dan anggota Muhammadiyah dalam rangka mengawal umatnya agar tidak mudah terpengaruh oleh aliran atau faham menyesatkan, yaitu dakwah bilhal (sikap) dan dakwah bilmakal (berbicara). Setiap kegiatan jadi dakwah, bukan dakwah jadi kegiatan.
Selain itu kata Ketua sekaligus Koordinator Majelis Dikdasmen Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Riau, Drs Irman Majid MA, beberapa waktu lalu. Selain dua cara berdakwah tersebut, pengurus dan anggota juga terus menjalankan 9 kebiasaan emas Muhammadiyah.
“9 kebiasaan emas itu adalah, kebiasaan shalat, kebiasaan puasa, kebiasaan ber zakat, infaq dan sadaqah, kebiasaan melaksanakan adab Islam, kebiasaan membaca al qur’an, kebiasaan membaca, kebiasaan menghadiri pengajian, kebiasaan tertib berorganisasi, dan kebiasaan berfikir positif dan murah senyum,” jelasnya.
Ditambahkan, Wakil Ketua yang juga koordinator Majelis Tablik dan Lembaga Pengembangan Pesantren PWM Riau, Dr H Abdul Wahid M Us, upaya Muhammadiyah dalam mengawal umatnya di Riau adalah dengan menjalankan agenda rutin pengajian dan pengkaderan.
“Sekitar 15 ribu jamaah Muhammadiyah yang resmi diluar simpatisan, terus kita bina melalui pengajian rutin dan pengkaderan. Sehingga tidak mudah dipecahkan oleh isu apapun, termasuk aliran atau faham yang menyesatkan,” jelas Abdul Wahid. (mus/dnms)