Kampar (Kemenag)--Dalam suasana penuh haru, santriwati kelas XII IPA Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Bangkinang Kota mengikuti momen muhasabah di sela-sela karantina dan pembekalan, Kamis, 15/5/2025
Dalam sujud panjang dan linangan air mata, para santriwati merenungi satu hal yang tak pernah lekang oleh waktu: perjuangan Ayah dan Ibu.
“Mereka mungkin tidak selalu hadir di sisi kami, tapi setiap peluh dan doa mereka telah mengantar kami sampai di titik ini.”
Muhasabah ini bukan sekadar sesi motivasi, tetapi menjadi pengingat spiritual bahwa setiap ilmu yang dituntut adalah amanah, dan setiap usaha adalah jawaban atas harapan orang tua.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi santriwati untuk menyadari bahwa di balik setiap lembar catatan pelajaran, ada tetesan keringat orang tua yang menjadi bahan bakar perjuangan. Harapan dan cinta yang tak terlihat, tapi terasa dalam setiap langkah menuju kesuksesan.
“Semoga langkah kami menjadi bukti cinta dan bakti, dan ilmu yang kami raih menjadi berkah dunia akhirat.”
Kegiatan ini juga mengajarkan bahwa prestasi bukan hanya soal nilai, tapi tentang makna dan tanggung jawab, serta bakti kepada orang tua sebagai bentuk puncak dari penghambaan kepada Allah SWT. ( Fatmi /hms PP Muallimin)