0 menit baca 0 %

Muliardi dalam Pembukaan Sosialisasi Implementasi GTK EMIS 4.0 di Kampar : Berikan Perhatian Penuh pada Operator EMIS

Ringkasan: Kampar (Kemenag) Kantor Kemenag Kampar menggelar sosialisasi implementasi sistem pendataan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) EMIS 4.0 pada Selasa (11/2/2025) di Aula Lantai II Kemenag Kampar. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Riau, Muliardi.

Kampar (Kemenag) – Kantor Kemenag Kampar menggelar sosialisasi implementasi sistem pendataan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) EMIS 4.0 pada Selasa (11/2/2025) di Aula Lantai II Kemenag Kampar. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Riau, Muliardi. Sosialisasi bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman mendalam kepada seluruh operator madrasah mengenai penggunaan EMIS 4.0 yang baru.

Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai tingkatan madrasah, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) yang berada di wilayah Kabupaten Kampar baik Negeri maupun Swasta. Narasumber yang kompeten di bidang EMIS dihadirkan untuk memberikan penjelasan detail tentang fitur-fitur baru dan keunggulan EMIS 4.0 dibandingkan versi sebelumnya.

“Bapak dan Ibu sekalian, Kementerian dan Lembaga hari-hari ini sudah paperless atau tidak lagi menggunakan kertas untuk mengumpulkan laporan-laporan. Oleh karena itu kita sangat bergantung kepada aplikasi yang telah disediakan negara. EMIS dalam hal ini dikelola oleh operator-operator kita dari masing-masing madrasah,” ujar Muliardi.

Peran dari operator sangat menentukan akan berjalannya kelancaran program-program kinerja Kementerian Agama. Untuk era zaman sekarang, kata Muliardi, tidak cukup hanya menggunakan peluru saja. Kementerian Agama juga membutuhkan senjata sebagai core dalam menjalankan tugas.

“Data yang akurat dan valid sangat penting sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan pendidikan madrasah. Dengan EMIS 4.0, kami berharap pengelolaan data GTK dapat lebih efisien, transparan, dan akuntabel," tambahnya.

“Pihak di pusat atau Jakarta, tidak memerlukan lagi hard copy Bapak/Ibu. Sistemnya sekarang adalah soft copy, file pdf, ataupun file scan. Yang diperlukan saat ini adalah kecepatan mendapatkan informasi yang diinginkan. Saya imbau dengan tegas kepada pimpinan-pimpinan satker untuk prioritaskan perhatian kepada operator kita ini” tegas Muliardi.

Beliau juga membahkan bahwa implementasi GTK EMIS 4.0 merupakan salah satu upaya Kementerian Agama untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di Indonesia. Dengan data GTK yang valid dan akurat, diharapkan dapat tercipta kebijakan yang tepat sasaran dan pada akhirnya meningkatkan mutu pendidikan madrasah.

(Cicy/Fatmi/Agus)