0 menit baca 0 %

Muliardi: Majelis Taklim bukan Kepentingan Pribadi dan Sesaat

Ringkasan: Riau (Kemenag) --- Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf menggelar kegiatan Penguatan Kelompok Kerja Majelis Taklim di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Kamis (24/7/25). Kegiatan diikuti 38 orang peserta tersebut dibuka langsung Kepala Kantor Wilayah...

Riau (Kemenag) --- Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf menggelar kegiatan Penguatan Kelompok Kerja Majelis Taklim di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Kamis (24/7/25). Kegiatan diikuti 38 orang peserta tersebut dibuka langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr. H. Muliardi, M. Pd didampingi Kabid Penaiszawa H. Mas Jekki Amri. M.HS, S.Sos., MM.

Dalam arahannya Muliardi mengatakan Majelis Taklim bukan hanya tempat mengaji, tapi juga pusat pembinaan umat. Majelis Taklim memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam secara kaffah. 

“Majelis Taklim itu menjadi wadah pemberdayaan sosial dan ekonomi umat, agen perdamaian dan penguatan moderasi beragama dan menumbuhkan akhlak mulia dan karakter Islami”. 

Lebih lanjut Muliardi mengatakan Majelis Taklim adalah pilar umat yang berada di tengah masyarakat. Dengan penguatan kelompok kerja yang solid, kita tidak hanya membina jamaah, tetapi juga membangun peradaban. 

“Penguatan moderasi beragama dapat dilakukan dengan menanamkan sikap toleran dan inklusif dalam kehidupan social, waspada paham radikal dan sikap ekstrim dalam memahami agama serta dapat mengembangkan Islam rahmatan lil’alamin ditengah masyarakat majemuk”. 

Muliardi juga mengatakan metode dakwah dan pemberlajaran yang efektif harus disampaikan secara menarik dan interaktif serta menyesuaikan dengan kebutuhan jamaah serta dapat memanfaatkan media digital. 

“Dalam menyampaikan dakwah, majelis taklim hendaknya membangun system interaktif yang menarik dengan memanfaatkan media digital yang ada, seperti media social yang diminati masyarakat”. 

Terakhir Ka. Kanwil berpesan organisasi majelis taklim bukan kepentingan pribadi dan sesaat.

“Majelis taklim betul – betul memiliki ciri khas tersendiri, karena organisasi ini harus di kendalikan dari kita untuk kita dan untuk semua bukan untuk pencapaian pribadi, jangan jadikan majelis taklim kepentingan sesaaat tetapi utamakan untuk kepentingan jangka depan”.

Kegiatan ini diikuti Kepala Seksi dan utusan majelis taklim Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Siak, Dumai dan Pelalawan serta Staf Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau.