Kampar ( Kemenag ) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan XIII Koto Kampar sukses menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) pada Sabtu, 15 Februari 2025.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat. Dalam Muscam ini, Dr. Dasril Amali kembali terpilih sebagai Ketua MUI XIII Koto Kampar, didampingi Dendiono sebagai Sekretaris dan Edo Okta Abriyanto, SH, MH sebagai Bendahara yang juga Penyuluh Agama Islam Pada KUA Kec. XIII Koto Kampar
Dalam laporan pertanggungjawaban, disampaikan berbagai capaian yang telah diraih selama masa kepengurusan. Beberapa program unggulan yang telah berhasil dijalankan antara lain: Pertama Menjalin kerja sama erat dengan KUA, Camat, dan Kepala Desa dalam mendukung program keumatan., Kedua Melakukan dakwah ke desa-desa terpencil seperti Desa Balung dan Desa Siasam guna memperkuat syiar Islam.Ketiga Menggelar dua kali Ijtima’ membahas Fiqh Qurban dan Fiqh Zakat bersama Ketua Umum MUI Kabupaten Kampar., Keempat Mendorong Gerakan Sholat Subuh Berjamaah yang mendapat sambutan positif dari masyarakat Kelima Mengadakan pembinaan remaja masjid setiap malam tahun baru Islam guna meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap agama, Ketujuh Mengatur jadwal khatib Jumat bagi 22 masjid di kecamatan agar dakwah lebih terstruktur dan merata
Kepala KUA Kecamatan XIII Koto Kampar,Apri Husni, S.Ag, M.Sy dalam sambutannya mengapresiasi kinerja MUI yang telah menghadirkan program-program bermanfaat bagi umat. “Alhamdulillah, masyarakat kini semakin mengenal MUI karena berbagai program yang telah dilaksanakan sangat menyentuh permasalahan umat,” ujarnya.
Beliau menekankan pentingnya keberlanjutan kerja sama antara MUI dengan KUA, Camat, dan Pemerintah Desa untuk semakin memperkuat peran MUI dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Salah satu perhatian khusus adalah penanganan kasus talak tiga yang masih membingungkan masyarakat. Diharapkan MUI dapat lebih aktif memberikan kepastian hukum dalam kasus ini.
Mewakili Ketua Umum MUI Kabupaten Kampar, Abuya Muhibbul Thibri memberikan arahan kepada pengurus baru MUI XIII Koto Kampar, antara lain: pertama Menjaga keikhlasan dalam berdakwah agar syiar Islam tetap berkembang, Kedua Meningkatkan kepedulian terhadap dakwah guna menghadapi tantangan zaman, Ketiga Lebih responsif terhadap penyelewengan ajaran Islam dan isu-isu keumatan, Keempat Menjaga persatuan umat, kedamaian, serta memperkokoh sikap toleransi, Kelima Berperan aktif sebagai mitra pemerintah dalam membangun masyarakat, terutama dalam bidang keagamaan, Keenam Membangun kedekatan dengan masyarakat melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan umat.
Dengan kepemimpinan yang kembali dipercayakan kepada Dr. Dasril Amali beserta jajaran pengurus, diharapkan MUI XIII Koto Kampar semakin aktif dalam meningkatkan kesadaran beragama serta memperkokoh sinergi dengan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan kehidupan umat yang lebih harmonis dan berkualitas. ( Fatmi / Cicy )