0 menit baca 0 %

Musim Dingin, Batuk dan Ispa Ancam Jamaah Haji Riau

Ringkasan: Makkah (Humas)- Jamaah haji Indonesia khususnya jamaah Indonesia asal Riau mulai terserang penyakit flu, batuk dan inspeksi saluran pernafasan (ISPA) akibat pengaruh cuaca yang sangat ekstrim. Apalagi saat ini, berdasarkan informasi dari salah seorang petugas TPHI, Drs HA Jalaluddin, Kota Makkah tel...
Makkah (Humas)- Jamaah haji Indonesia khususnya jamaah Indonesia asal Riau mulai terserang penyakit flu, batuk dan inspeksi saluran pernafasan (ISPA) akibat pengaruh cuaca yang sangat ekstrim. Apalagi saat ini, berdasarkan informasi dari salah seorang petugas TPHI, Drs HA Jalaluddin, Kota Makkah telah memasuki musim dingin dengan suhu 32 derajat celcius pada, Rabu (27/10). "Sampai saat ini kondisi jamaah haji Riau baik-baik saja, mereka hanya terserang batuk-batuk dan ispa ringan sehingga tidak memerlukan perawatan di rumah sakit. Alhamdulillah mereka masih bisa menjalankan rangkaian ibadah haji meski kondisi kesehatan mereka sedikit terganggu akibat perubahan cuaca yang kadang tiba-tiba, dan musim dining yang mulai menyelimuti kota Makkah," jelas Jalaluddin yang tergabung pada kloter 3 Embarkasi Batam (BTH) yang sudah beberapa hari berada di kota Makkah. Untuk pemondokan jamaah kloter 3 di Mahbas Jin, kata Jalaluddin, cukup strategis karena tidak jauh dari Masjidil Haram. Dengan menggunakan bus, jamaah sudah bisa sampai ke masjidil haram dalam waktu tiga menit. Tapi jika ditempuh dengan jalan kaki, memakan waktu sekitar 21 menit dengan melewati terowongan Mahbas Jin. Informasi yang sama juga disampaikan oleh Petugas Haji Riau, Drs H Pandji Ade KH, melalui via selulernya, bahwa sebagian jamaah haji Riau yang sudah berada di Makkah saat ini terkena ispa ringan. Kondisi tersebut dipicu karena aktifitas rangkaian ibadah yang dilakukan oleh jamaah banyak diluar ruangan. "Jamaah haji Riau sudah berupaya untuk mengantisipasi serangan-serangan penyakit yang datang karena cuaca yang cendrung berubah-rubah. Namun karena aktifitas jamaah di luar ruangan cukup banyak, seperti pada pukul 2 dini hari Waktu Arab Saudi (WAS) mereka sudah harus keluar dari pemondokan untuk menjalankan rangkaian ibadah ke Masjid, kembali kepemondokan setelah shalat subuh. Kemudian pada pulul 11.00 WAS, pukul 14.00 WAS hingga selesai shalat isya mereka berada di Masjid dan melakukan ziarah-ziarah ketampat yang belum dikunjungi. Tiba di pemondokan sudah setelah isya sebelum harus keluar lagi pada dini harinya," jelas Pandjie. (msd)