Kuansing (Kemenag). Menyambut musim Pacu Jalur yang menjadi kebudayaan dan kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangean, H. Yasri, mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kewajiban ibadah, khususnya shalat lima waktu.
Menurutnya, Pacu Jalur memang memiliki nilai budaya dan silaturahmi yang tinggi, namun jangan sampai euforia perlombaan mengurangi perhatian terhadap kewajiban agama.
“Pacu Jalur adalah warisan budaya yang harus kita lestarikan, tetapi jangan lupa, shalat tetap menjadi kewajiban utama yang tidak boleh ditinggalkan,” ujar H. Yasri saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (08/08/2025).
Ia menambahkan, suasana kemeriahan di arena pacu sering membuat masyarakat terlena. Karena itu, ia mengajak panitia menyediakan waktu dan tempat untuk shalat bagi pengunjung serta anak pacu peserta lomba.
“Kita harapkan ada inisiatif menyediakan fasilitas ibadah di lokasi perlombaan, sehingga pengunjung dan peserta dapat menunaikan shalat tepat waktu,” jelasnya.
Pacu Jalur sendiri merupakan event budaya tahunan yang sudah berlangsung turun-temurun di Kuantan Singingi. Tradisi ini tak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga simbol persatuan masyarakat.
“Mari kita lestarikan budaya ini dengan tetap menempatkan nilai-nilai agama sebagai landasan,” pungkas H. Yasri. (ABN)