0 menit baca 0 %

Musyawarah dan Canda, Resep Kepala KUA Mandau di Penutupan Bimwin Mandiri Angkatan IX Tahun 2025

Ringkasan: Mandau (Kemenag)   Suasana Aula KUA Mandau, Kamis (21/8/2025), siang itu terasa hangat sekaligus haru. Bimbingan Perkawinan Mandiri Angkatan IX resmi ditutup setelah dari pagi para calon pengantin mendapatkan bekal ilmu dan wawasan untuk menapaki kehidupan rumah tangga.

Mandau (Kemenag)  – Suasana Aula KUA Mandau, Kamis (21/8/2025), siang itu terasa hangat sekaligus haru. Bimbingan Perkawinan Mandiri Angkatan IX resmi ditutup setelah dari pagi para calon pengantin mendapatkan bekal ilmu dan wawasan untuk menapaki kehidupan rumah tangga. Kepala KUA Mandau hadir menutup kegiatan dengan pesan sederhana namun penuh makna: “Utamakan musyawarah, dan jangan lupa bergurau dalam rumah tangga.”

Dalam sambutannya, Kepala KUA Mandau menekankan bahwa komunikasi menjadi kunci utama dalam membangun keluarga sakinah. “Hidup berumah tangga itu ibarat berlayar. Ada ombak kecil, ada badai, bahkan ada saatnya laut tenang. Semua harus dihadapi dengan kebersamaan. Biasakanlah bermusyawarah agar keputusan tidak menimbulkan penyesalan, dan jangan lupa bergurau dengan pasangan supaya rumah tangga tetap hangat dan tidak kaku,” ujarnya penuh keakraban.

Pesan tersebut disambut dengan senyum para peserta yang tampak antusias menyimak. Rasa lelah mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi berganti dengan tawa kecil saat Kepala KUA menekankan pentingnya gurauan dalam menjaga keharmonisan. “Canda yang sederhana sering kali lebih mujarab daripada hadiah mahal,” imbuhnya.

Momen penutupan juga diwarnai dengan penyampaian kesan dari salah seorang peserta, Ivan. Dengan nada tulus, ia mewakili rekan-rekannya menyampaikan rasa terima kasih.
“Terima kasih banyak kepada seluruh panitia dan narasumber yang sudah memberikan materi kepada kami. Bagi saya pribadi, bimbingan ini sangat penting sebagai bekal menempuh jenjang pernikahan nanti. Semoga ilmu yang kami peroleh bisa kami amalkan dalam kehidupan rumah tangga,” ucap Ivan, disambut tepuk tangan peserta lain.

Selama kegiatan, para peserta mendapatkan beragam materi mulai dari konsep keluarga sakinah, manajemen konflik rumah tangga, kesehatan reproduksi, hingga pengelolaan keuangan keluarga. Semua disampaikan dengan metode interaktif sehingga suasana tidak membosankan. Bahkan, ada sesi tanya jawab dan diskusi ringan yang membuat para peserta lebih terbuka menceritakan pengalaman maupun kekhawatiran menjelang pernikahan.

Tidak hanya materi, suasana kebersamaan juga begitu terasa. Panitia dan penyuluh KUA Mandau berusaha menghadirkan nuansa hangat, sehingga setiap peserta merasa dihargai dan diperhatikan. “Kami ingin calon pengantin tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga merasakan kehangatan dan kekeluargaan. Itulah yang akan mereka bawa dalam rumah tangga nanti,” ungkap Marniati, salah satu panitia.

Penutupan Bimwin Angkatan IX ini pun menjadi penanda berakhirnya satu tahap penting dalam program KUA Mandau untuk menyiapkan generasi keluarga muda yang tangguh. Dengan bekal yang sudah diberikan, harapannya para peserta mampu membangun rumah tangga bukan sekadar berlandaskan cinta, melainkan juga dengan ilmu, kesabaran, dan semangat kebersamaan.

Di akhir acara, senyum peserta yang lepas dan saling sapa menjadi tanda bahwa bimbingan ini bukan hanya forum belajar, tetapi juga ruang persaudaraan baru. Seperti pesan Kepala KUA Mandau, rumah tangga memang butuh musyawarah dan canda,dua hal sederhana yang bisa menjaga cinta tetap bertahan sepanjang perjalanan.