Nabi Muhammad SAW Sebagai Uswatun Hasanah
Ringkasan:
Kampar (Humas)- Nabi Muhammad SAW. Adalah uswatun hasanah ( teladan yang baik ) bagi semua manusia, sesui dengan Firman Allah SWT : “ Sesungguhnya telah ada pada ( diri ) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu ( yaitu ) bagi orang yang mengharap ( rahmat ) allah dan (kedatangan) hari kia...
Kampar (Humas)- Nabi Muhammad SAW. Adalah uswatun hasanah ( teladan yang baik ) bagi semua manusia, sesui dengan Firman Allah SWT : “ Sesungguhnya telah ada pada ( diri ) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu ( yaitu ) bagi orang yang mengharap ( rahmat ) allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut allah “ . ( Q.S. Al-Ahzab [ 33 ] : 21 ). Demikian dikatakan abuya H Syafrizal pada tausiyah pagi jum’at (01/02) di Musholla Miftahul ‘ilmi Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.
Syafizal mengatakan, Kita sebagai ummat rasulullah harus mencontoh perilaku Rasulullah SAW
dengan jalan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah , karakter taqwa yang harus kita tempuh telah banyak disampaikan Allah dalam al – Qur’an , salah satunya dalam surat al-Baqarah disebutkan : “ ( yaitu ) mereka yang beriman kepada yang ghaib , yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka “ . ( Q.S. Al- Baqarah [ 2 ] : 3 ).
Sesuatu yang ghaib itu tidak kasat mata dan tidak bisa diraba , tetapi keberadaannya tidak bisa disangkal , Allah , Malaikat , dan hari akhirat merupakan suatu yang ghaib , ini harus benar – benar diyakini , orang yang bertaqwa juga senantiasa mendirikan shalat lima waktu , Rasulullah telah memberikan contoh , bagaimana mendirikan shalat yang baik , memang benar bahwa al – Qur’an tidak diterangkan secara rinci tata cara shalat , tetapi karena al- Qur’an juga memerintahkan ta’at kepada Rasulullah , maka kita harus mengikuti tata cara shalat yang dilakukan Rasulullah SAW.
Jadi kalau ada orang yang menamakan Islam tetapi tidak mengakui kenabian Muhammad SAW, maka ia sangat keliru , mengakui kesucian al – Qur’an tetapi tidak mengakui hadits nabi , kalau kita ibaratkan seperti orang yang mencuci muka dan tangan , menyapu rambut dan kepala dan telinga , serta mencuci kaki , tetapi ia sama sekali tidak berniat wudhu , maka wudhu nya tidak sah , demikian juga orang yang berjunub membasahi seluruh badan , tetapi tidak niat mandi junub , maka junubnya tidak hilang.
lebih lanjut Syafrizal mengatakan, , orang yang bertaqwa itu senantiasa membagi rezeki kepada orang lain , baik shadaqah wajib seperti zakat atau shadaqah sunnah , seseorang kalau mau menghitung soal kekurangan materi , mungkin tidak akan ada habis – habisnya , Rasulullah mengisyaratkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Ahmad dan Anas : “ Seandainya manusia memilliki dua lembah berisi emas , maka akan mencari lembah yang ketiga , mereka akan berhenti saat ditimbun tanah di kuburan “.
Di dunia , allah menciptakan beragam keadaan manusia , ada yang kaya ada yang miskin , ada yang tinggi ada yang rendah , ada yang berkedudukan dan tidak , semua itu untuk tolong menolong , seandainya semua manusia itu kaya raya , maka tentu tidak akan merasakan kesenangan , karena tidak ada orang yang mau membantu menyelesaikan kebutuhan hidupnya , kehidupan ini mau – tidak mau , pasti memerlukan orang lain , maka teladanilah Rasulullah dalam kehidupan ini , sehingga kita diliputi barokah dan ibadah kita diterima oleh Allah SWT, tutup Syafizal. (ags)