Pekanbaru (Kemenag). Kepala Kantor Kementerian Agama Kota
Pekanbaru Syahrul Mauludi, menjadi narasumber dalam program dialog interaktif
TVRI Riau yang disiarkan secara live di TVRI Riau pada Kamis sore (04/07/2024).
Dalam dialog interaktif tersebut mengangkat tema terkait Evaluasi Pelaksanaan Penyelenggaraan
Ibadah Haji Tahun 1445 H/ 2024 M.
Dalam kesempatan itu, Ka. Kan. Kemenag menyampaikan terkait
perkembangan info terkini ibadah haji dan menjelaskan bagaimana rangkaian
perjalanan ibadah haji yang telah dilalui oleh para jamaah. Selain itu, Syahrul
Mauludi juga menyampaikan beberapa evaluasi dalam pelaksanaan penyelenggaraan
haji di tahun 2024 ini.
Beliau menjelaskan bahwa secara umum proses penyelenggaraan
ibadah haji mulai dari awal keberangkatan, proses ibadah haji di Kota Mekkah
dan Madinah, terus berlanjut ibadah di Armuzna, hingga sampai akhirnya para
jamaah haji tiba kembali ke tanah air berjalan dengan baik.
“hampir semua proses penyelenggaraan berjalan dengan lancar
dan baik, maupun dari keberangkatan di tanah air, pelayanan di Arab Saudi,
hingga proses kepulangan para jamaah haji kembali ke Indonesia semuanya
dilayani dengan baik” tutur Ka. Kan. Kemenag.
Pada saat dialog tersebut, Ka. Kan.Kemenag juga menyampaikan
bagaimana testimoni-testimoni dari para jamaah haji atas pelayanan yang
diterima selama dalam rangkaian ibadah haji di tahun ini. Menurut Syahrul
Mauludi, hampir disemua layanan mendapatkan respon yang positif dari jamaah
haji.
“saat ditanya, para jamaah haji sangat merasa puas atas
pelayanan selama ibadah haji berlangsung, baik dari segi pembimbing kloter,
konsumsi, kesehatan, dan transportasi semuanya mengatakan baik” ucap Syahrul
Mauludi.
Sementara itu, dalam kesempatan ini, beliau juga turut menjelaskan
beberapa poin penting yang menjadi sorotan dalam penyelenggaraan ibadah haji di
tahun 2024 ini, yang pertama yakni terkait pembiayaan ibadah haji, selanjutnya
terkait proses Isthithoah, dan terdapat kelompok jamaah yang menyelenggarakan
ibadah haji secara ekslusif, serta terbatasnya daya tampung di Mina. Berdasarkan
hal tersebut, Syahrul Mauludi menyampaikan perlu adanya suatu tindakan
perbaikan untuk menangani isu-isu tersebut.
“untuk menjadi perbaikan bersama, bahwa kedepannya
diperlukan wacana pelaksanaan kontrak di Saudi untuk minimal 3 tahun, serta
harus lebih awal di mulainya proses penyelenggaraan ibadah haji, seperti
penetapan kuota haji, penetapan BIPIH, jadwal pelunasan, dan penyusunan kloter,
serta untuk lebih memantapkan pelaksanaan ibadah daripada jamaah, diperlukannya
peningkatan dari segi bimbingan manasik haji” ungkap Ka. Kan. Kemenag.