0 menit baca 0 %

Naufal, Jemaah Haji Termuda Meranti Ungkap Perasaan, Persiapan, dan Harapan Menunaikan Rukun Islam Kelima

Ringkasan: Meranti(Kemenag) Dari 96 jemaah haji Kepulauan Meranti, sosok muda bernama Naufal Absar(18 tahun) menarik perhatian sebagai jemaah haji termuda asal Kepulauan Meranti yang akan diberangkatkan dari Embarkasi Batam menuju Tanah Suci pada 10 Mei 2025 mendatang.Dengan wajah teduh dan semangat yang memba...

Meranti(Kemenag) – Dari 96 jemaah haji Kepulauan Meranti, sosok muda bernama Naufal Absar(18 tahun) menarik perhatian sebagai jemaah haji termuda asal Kepulauan Meranti yang akan diberangkatkan dari Embarkasi Batam menuju Tanah Suci pada 10 Mei 2025 mendatang.

Dengan wajah teduh dan semangat yang membara, Naufal menjalani rangkaian persiapan haji dengan penuh kekhusyukan.

Bagi Naufal, bisa menunaikan ibadah haji di usia belia adalah anugerah yang luar biasa. “Saya merasa sangat bersyukur dan terharu. Tidak semua orang diberi kesempatan berhaji di usia muda,” ujarnya sambil menahan haru.

Selain rasa syukur, ada sedikit rasa sedih yang dirasakan karna kesempatan berangkat diusia muda ini setelah menerima pelimpahan porsi haji dari Ibundanya yang mengalami sakit yang tidak memungkinkannya untuk melaksanakan Ibadah Haji.

"Selain rasa syukur dan bahagianya, ada rasa sedih juga karena seharusnya Ibu yang berangkat. Tapi karena Ibu sedang sakit, Naufal akan menggantikan jatah Ibu dan berangkat bersama Ayah," jelasnya lebih lanjut.

Diusia mudanya, persiapan yang Naufal lakukan tidak main-main. Selain mengikuti manasik haji secara intensif untuk mempersiapkan fisik, mental dan spiritual, Naufal juga tengah mempersiapkan diri mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer(UTBK). "Waktu itu Naufal juga mengikuti ujian UTBK di Universitas Riau yang dilaksanakan bersamaan dengan manasik Haji Kabupaten. Namun hal itu tidak menghalangi semangat untuk persiapan ibadah haji, Naufal juga belajar banyak dengan orang telah dahulu berhaji juga dari platform seperti Youtube dan lain-lain tentang makna haji yang bukan hanya soal ritual, tapi juga tentang membersihkan hati dan niat,” katanya.

Melewati berbagai persiapan dari manasik haji hingga persiapan lainnya, menurut Naufal pengalaman ini membentuk kedewasaan dan ketangguhan dalam dirinya. “Rasanya luar biasa. Saya belajar sabar, ikhlas, dan selalu bersyukur," katanya.

Naufal pun membawa harapan besar dari perjalanannya ini. “Semoga saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dekat dengan Allah, dan bisa membawa perubahan positif bagi keluarga, teman-teman, dan masyarakat di sekitar saya,” harapnya.

Keikutsertaan Naufal sebagai jemaah termuda memberikan inspirasi bagi generasi muda lainnya, bahwa ibadah haji bukan hanya milik mereka yang telah berusia lanjut, tetapi juga bisa menjadi momen spiritual yang membentuk karakter anak muda menuju pribadi yang matang dan beriman. (T)