0 menit baca 0 %

Ngaji Pasan di Ponpes Riyadus Sholihin: Tradisi Menyemai Keilmuan

Ringkasan: Siak (Kemenag)- Sepanjang bulan suci Ramadan, Pondok Pesantren Riyadus Sholihin kembali menggelar tradisi Ngaji Pasan pada (Sabtu 15/03/2025), sebuah kegiatan intensif selama 20 hari di bulan ramadhan untuk mendalami kitab kuning. Tradisi ini telah berlangsung sejak awal pondok didirikan dan menjadi...

Siak (Kemenag)- Sepanjang bulan suci Ramadan, Pondok Pesantren Riyadus Sholihin kembali menggelar tradisi Ngaji Pasan pada (Sabtu 15/03/2025), sebuah kegiatan intensif selama 20 hari di bulan ramadhan untuk mendalami kitab kuning. Tradisi ini telah berlangsung sejak awal pondok didirikan dan menjadi ajang penyebaran ilmu keislaman secara mendalam dalam waktu singkat.

Kiai Thoyib, pengasuh Pondok Pesantren Riyadus Sholihin, menjelaskan bahwa ngaji pasan merupakan momentum bagi para santri untuk meningkatkan pemahaman agama, terutama dalam bidang tafsir, fikih, dan tasawuf. “Di bulan Ramadan, kami mempercepat pembelajaran kitab-kitab klasik dengan sistem bandongan dan sorogan, sehingga santri bisa menyerap lebih banyak ilmu dalam waktu yang terbatas,” ujarnya.

Kegiatan ini berlangsung sejak malam ketiga Ramadan hingga menjelang Idul fitri. Para santri yang mengikuti ngaji pasan harus menjalani jadwal padat mulai dari setelah subuh hingga larut malam. Ada puluhan kitab yang dibacakan oleh seluruh majlis guru di pondok pesantren Riyadus Sholihin sesuai dengan kelas, jenjang dan waktu masing-masing. Ada pilihan kitab yang wajib sesuai kelas masing-masing, ada yang bebas dan ada juga yang wajib untuk semua santri.

Selain belajar kitab, mereka juga memperbanyak amalan ibadah seperti tadarus Al-Qur’an dan qiyamul lail. Untuk tadarus sendiri, setiap santri di Riyadus Sholihin wajib mengkhatamkan 2 kali khataman selama bulan ramadhan di pondok. Semuanya menjadi tanggung jawab setiap santri dan selalu diawasi oleh pengurus pondok. Biasanya, santri yang mengkhatamkan al-Qur’an paling banyak akan diberi penghargaan khusus dari pondok sebelum liburan.

Dengan adanya ngaji pasan, Pondok Pesantren Riyadus Sholihin tidak hanya menjadi pusat pendidikan Islam, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk menguatkan pemahaman agama dan karakter. Tradisi ini diharapkan terus lestari, menjaga warisan intelektual Islam yang telah berlangsung selama berabad-abad. (Rois/Fz)