0 menit baca 0 %

Niat Jadi Kunci Utama: Penyuluh Agama Ajak Jamaah Majelis Taklim Al-Ikhlas Perkuat Keikhlasan dalam Setiap Amal

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Dalam upaya memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat di tingkat desa, Penyuluh Agama Islam pada KUA Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Muhamad Solihin, memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada kelompok binaan Majelis Taklim Al-Ikhlas di Desa Lubuk Batu Tinggal pada Jumat (10/10/2...

Indragiri Hulu (Kemenag) – Dalam upaya memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat di tingkat desa, Penyuluh Agama Islam pada KUA Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Muhamad Solihin, memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada kelompok binaan Majelis Taklim Al-Ikhlas di Desa Lubuk Batu Tinggal pada Jumat (10/10/2025). Kegiatan ini mengangkat tema “Pentingnya Niat dalam Segala Hal”, yang menekankan peran niat sebagai pondasi utama dalam setiap amal perbuatan manusia.

Dalam penyampaiannya, Muhamad Solihin menjelaskan bahwa niat bukan hanya sekadar ucapan di lisan, tetapi merupakan dorongan hati yang menentukan nilai dan keberkahan dari setiap tindakan. Ia menegaskan bahwa amal tanpa niat yang tulus akan kehilangan makna spiritualnya, meskipun secara lahiriah tampak baik.

“Segala amal bergantung pada niat. Jika niat kita benar, insyaallah setiap perbuatan akan bernilai ibadah di sisi Allah,” ujarnya di hadapan jamaah majelis taklim.

Melalui penyuluhan tersebut, masyarakat diajak untuk membiasakan diri memulai segala aktivitas dengan niat yang ikhlas, baik dalam pekerjaan, ibadah, maupun kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pembinaan semacam ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran religius yang lebih mendalam di tengah masyarakat modern yang kian sibuk dengan urusan duniawi.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta majelis taklim. Mereka merasa penyuluhan tersebut bukan hanya memperkaya wawasan keagamaan, tetapi juga memotivasi untuk memperbaiki niat dalam setiap langkah kehidupan. Dengan pendekatan yang santai namun penuh makna, penyuluhan tersebut diharapkan mampu membentuk masyarakat Lubuk Batu Tinggal yang lebih beriman, berakhlak, dan sadar akan nilai spiritual dalam setiap amal perbuatannya.

(Reski)