Kemenag (Kuansing) – Semangat memberantas buta aksara Al-Qur’an terus digaungkan oleh Nurdahlenni Harahap, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kuantan Mudik. Dengan penuh dedikasi, ia menjalankan program penyuluhan rutin yang dilaksanakan setiap hari Minggu di SMP Negeri 1 Lubuk Jambi, sebagai bagian dari komitmennya untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan pelajar. (31/07/25)
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, namun sebuah misi jangka panjang yang berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi generasi muda yang masih banyak belum mampu membaca huruf-huruf hijaiyah. Nurdahlenni menyampaikan bahwa buta aksara Al-Qur’an bukan hanya persoalan teknis membaca, tetapi juga mencerminkan minimnya akses dan perhatian terhadap pendidikan keagamaan dasar di sebagian lingkungan.
“Saya percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil namun konsisten. Melalui penyuluhan di sekolah-sekolah, saya ingin memastikan bahwa setiap anak di Kuantan Mudik memiliki kesempatan yang sama untuk mengenal dan mencintai Al-Qur’an sejak dini,” ungkap Nurdahlenni.
Penyuluhan ini meliputi pengenalan huruf hijaiyah, tajwid dasar, praktik membaca Al-Qur’an, hingga penanaman nilai-nilai moral dan akhlak Islami yang terkandung dalam ayat-ayat suci. Program ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah dan para guru, yang menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menunjang pembinaan karakter siswa.
Kepala SMPN 1 Lubuk Jambi, dalam kesempatan berbeda, menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi penyuluh agama yang terus hadir dan aktif di tengah siswa. “Ini bentuk kolaborasi yang sangat positif. Murid-murid kami bukan hanya belajar membaca, tapi juga belajar mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. (31/07/25)
Melalui semangat dan komitmennya, Nurdahlenni berharap gerakan ini bisa diperluas ke sekolah-sekolah lainnya di wilayah Kuantan Mudik. Ia pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama menanamkan nilai-nilai Qur’ani di tengah generasi muda demi membentuk masyarakat yang beradab, berakhlak, dan memiliki fondasi iman yang kokoh. (AS)