Siak (Inmas) Sebanyak 34 Orang Penyuluh Agama
Islam yang mewakili masing-masing 34 Provinsi di Indonesia mengikuti Pelatihan
Penyuluh Sebagai Agen Seni Budaya Islam di Jakarta. Kegiatan pelatihan yang
diselenggarakan selama 3 hari dari tanggal 28 - 30 Mei 2024 ini dibuka secara
resmi oleh Direktur Jendral Bimbingan
Masyarakat (BIMAS) Islam Prof. Dr. Phil. H.
Kamaruddin Amin, MA. yang di pusatkan
di Novotel Hotel Jakarta Barat.
Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan selamat kepada peserta yang
hadir dan telah berkumpul di Jakarta dalam kegiatan tersebut, “ bapak ibu para Penyuluh
Agama Islam merupakan pilihan dari masing-masing Provinsi untuk bisa mengikuti
kegiatan ini, saya berharap kegiatan ini diikuti dengan baik dan terlaksana
dengan lancar agar nantinya bapak ibu pulang ketempat masing-masing membawa
hasil dari kegiatan kita ini” imbuh beliau.
Lebih lanjut beliau menyampaikan kenapa kegiatan ini melibatkan para
Penyuluh Agama Islam, karena Para Penyuluh Islam sebagai ujung tombak
Kementerian Agama dalam menyampaikan pesan-pesan agama kepada masyarakat
binaannya dengan mengedepankan cara-cara washotiyah atau Moderat dan juga seni
dalam menyampaikan pesan tersebut, kita sama-sama tahu dulu para guru terdahulu
seperti wali songo berdakwah dengan local wisdom ( kearifan Lokal) setempat.
Pada kesempatan
tersebut Okipenri Penyuluh
Agama Islam Kecamatan Koto Gasib yang
juga Merupakan Peraih Penyuluh Agama Islam Awards 2023 ini menyampaikan
kegiatan seperti ini sangat berarti bagi Para Penyuluh sebab masalah sosial, agama, dan moral terus
menjadi perbincangan utama dalam masyarakat saat ini. Untuk menangani isu-isu
kompleks ini, penyuluh agama memiliki peran penting dalam memberikan nasihat,
pedoman, dan pemahaman tentang ajaran agama yang relevan dengan isu-isu yang
dihadapi oleh masyarakat. “melalui pelatihan ini saya dapat pencerahan baru
bahwa dakwah tidak melulu tampil di mimbar atau majlis ilmu namun ada kalanya
kita hadirkan rasa keindahan dalam hati para audiens kita, keindahan itu salah
satunya diperoleh dari seni dan budaya”. Pungkas beliau (Op/Fz)