Jeddah (Kemenag) --- Fase Armuzna sudah usai, pemulangan Jemaah haji pun sudah dimulai, Kepala Kantor Wilayah Kemenerian Agama Provinsi Riau H. Muliardi bersama Tim Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah haji 1446 H/2025 M mengikuti rapat menyeluruh pasca pelaksanaan Armuzna dan persiapan pemulangan Jemaah haji, Senin (16/6/25). Rapat dihadiri Menteri Agama tersebut juga dihadiri seluruh unsur PPIH Arab Saudi.
Muliardi mengatakan Jemaah haji “Operasional ibadah haji sudah memasuki tahap akhir, pemulangan jemaah. Sebagaimana disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi peran petugas yang telah bekerja keras memberikan pelayanan demi kenyamanan jemaah. Menag mengajak semua pihak untuk menghargai dedikasi mereka.
“Lihat sendiri petugas kita berjibaku di tengah lapangan yang sangat panas. Mereka juga punya, apa ya, harga diri. Mereka juga punya keluarga. Mereka juga punya pengorbanan. Jangan sampai mereka kita anggap nggak ada apa-apanya,”. Demikian disampaikan Menteri Agama yang dikutip Ka. Kanwil Kemenag Riau.
Terkait Isu Pengurangan 50% Kuota Haji, Muliardi mengatakan sebagaimana disampaikan Menag bahwa saat ini belum ada pembahasan resmi kuota haji 2026 dengan otoritas Arab Saudi.
“Menag meminta publik tidak menyebarkan narasi menyesatkan yang bisa memicu keresahan, terlebih di tengah fase pemulangan yang harusnya menjadi momen tenang dan syahdu bagi para Jemaah”, tutur Muliardi
*Cuaca di Tanah Suci Kian Ekstrem*
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau mengingatkan Jemaah haji Provinsi Riau bahwa tanah suci Makkah dan Madinah kini sedang memasuki masa puncak musim panas. Sebagian jemaah haji masih melanjutkan perjalanan ibadahnya di tanah suci, baik Makkah maupun Madinah. Jemaah haji diimbau untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca yang mencapai 47 derajat celcius.
"Kami ingatkan bahwa Arab Saudi saat ini telah memasuki puncak panas, bulan Juni-Juli. Di mana pada hari ini saja, suhu di Makkah mencapai 45 derajat celsius. Sementara di Madinah sudah mencapai 47 derajat celcius. Ini akan terasa lebih panas karena keringnya udara dan kelembapannya rendah sehingga berpengaruh dengan kesehatan Jemaah. Jemaah cukup beristirahat di hotel dan tidak memaksakan diri melakukan ibadah yang menguras tenaga, Menghindari aktivitas di luar hotel di waktu terik dan Memakai masker untuk menghindari penularan penyakit".
*Larangan membawa Air Zamzam*
Jemaah haji akan memperoleh 5 liter air zamzam yang akan dibagikan saat tiba di Daerah. Sehingga, jemaah tidak perlu lagi membawa air zamzam dari Arab Saudi, yang berakibat memperlambat proses kepulangan ke tanah air.
"Setiap jemaah sudah mendapatkan jatah 5 liter air zamzam, yang dibagi setibanya di daerah. Jadi jemaah tidak perlu repot membawanya dari Arab Saudi. Karena jika Jemaah tetap nekad ingin membawa air zamzam dan memasukkannya kedalam koper akan mempelambat proses kepulangan. Sebab koper Jemaah akan dibongkar oleh petugas bandara dan akan disita petugas bandara" tutur Muliardi.
Selain air zamzam menurut Muliardi, Jemaah dilarang membawa payung dan kabel rol ke dalam kabin saat kepulangan ke Tanah Air.
"Larangan ini mengacu pada ketentuan keselamatan penerbangan internasional serta peraturan maskapai. Barang-barang tersebut dikategorikan sebagai barang yang dapat mengganggu keselamatan atau kenyamanan penerbangan,"
Jemaah haji diimbau untuk tetap menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat, mengingat perjalanan pulang membutuhkan waktu yang panjang. Tetap menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat, dengan mengonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi tubuh, istirahat yang cukup, menggunakan masker di tempat ramai, terutama di bandara.
"Mari kita doakan agar seluruh jemaah haji Indonesia memperoleh haji yang mabrur. Dan kemabruran jemaah haji Indonesia dapat membawa Indonesia menjadi baldatun thayibatun wa Rabbun ghafur. Amiin ya Rabbal Alamin,"