0 menit baca 0 %

Operator Elipski Kepulauan Meranti Ikuti Workshop Sinkronisasi Data Tingkat Provinsi Riau

Ringkasan: Rokan Hilir (Kemenag) Dalam rangka penguatan pengelolaan data perpustakaan masjid dan musholla berbasis digital, Operator Elipski Kemenag Kepulauan Meranti, Arpitis, mengikuti Workshop Sinkronisasi Data Elipski Tingkat Provinsi Riau yang dilaksanakan pada 23 24 Juni 2025 di Pondok Pesantren Bidayatu...

Rokan Hilir (Kemenag) — Dalam rangka penguatan pengelolaan data perpustakaan masjid dan musholla berbasis digital, Operator Elipski Kemenag Kepulauan Meranti, Arpitis, mengikuti Workshop Sinkronisasi Data Elipski Tingkat Provinsi Riau yang dilaksanakan pada 23–24 Juni 2025 di Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah, Ujung Tanjung, Rokan Hilir.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, yang juga hadir sebagai narasumber dalam sesi materi kebijakan. Dalam pemaparannya, Muliardi menekankan pentingnya sinergi dan akurasi dalam pengelolaan data perpustakaan rumah ibadah guna mendukung pengembangan literasi keagamaan masyarakat.

“Sinkronisasi data Elipski merupakan bagian dari upaya kita bersama dalam membangun sistem informasi perpustakaan yang tertata, terukur, dan dapat diakses secara luas. Rumah ibadah memiliki potensi besar sebagai pusat literasi umat, dan ini perlu kita optimalkan bersama,” ungkap Muliardi.

Kegiatan ini diikuti oleh para operator Elipski dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Para peserta dibekali pemahaman teknis seputar entri dan pemutakhiran data sistem Elipski (Elektronik Perpustakaan Masjid dan Musholla Kementerian Agama), serta penguatan koordinasi dalam pelaporan dan pengembangan koleksi bahan bacaan keagamaan.

Operator Elipski dari Kepulauan Meranti, Arpitis, menyambut baik kegiatan ini dan menilai bahwa workshop sangat bermanfaat dalam menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kapasitas operator di daerah.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam hal pemutakhiran data dan keseragaman pelaporan. Kami jadi lebih memahami peran strategis Elipski sebagai media dakwah berbasis literasi di lingkungan rumah ibadah,” ujar Arpitis.

Dengan adanya workshop ini, diharapkan pengelolaan perpustakaan masjid dan musholla di Kepulauan Meranti dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (T)