Surabaya (Kemenag) - Masih dalam upaya mensukseskan Program Nasional Pemerintah Indonesia khususnya penurunan stunting, Kasi Bimas Islam Maswir bersama dengan TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) Kab.Kampar lakukan Kunjungan Kerja ke Kota Surabaya. Mendampingi Ibu Pj Ketua TP PKK Ricana Djayanti Hambali yang juga sebagai ketua rombongan, kunjungan ini dilaksanakan selama 4 hari yakni dari tanggal 5-8 November 2024.
Sebagai Person In Charge (PIC) dari Kemenag Kampar, Maswir dengan semangat mengikuti dengan seksama seluruh rangkaian kunjungan kerja kali ini. Sebagai pejabat yang diutus langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kampar Fuadi Ahmad, Maswir rutin melaporkan dan menginformasikan kedudukan Kab.Kampar dalam pencegahan stunting ini kepada seluruh awak di Kemenag Kampar.
"Kota Surabaya merupakan Kota dengan tingkat prevalensi penurunan stunting yang terkecil yaitu di angka 1.6% menurut data SKI tahun 2023. Kunjungan ini benar-benar membuka mata dan data kita di Kab.Kampar untuk bisa meniru, memproses, dan menerapkannya di daerah kita yang tingkat prevalensi nya masih di angka 7.6%," lapor Maswir.
Ia juga menambahkan bahwa banyak hal-hal baru yang bisa didapatkan dalam kunjungan ke Kota Surabaya ini. Diantaranya :
- Komitmen Wali Kota selaku Pimpinan daerah dalam semua kebijakan penurunan stunting dan pemantauan evaluasi dalam setiap kegiatan.
- Sinergisitas Seluruh OPD dan pemangku kebijakan sampai dengan tingkat kelurahan
- Peran Kader dalam pendampingan keluarga beresiko stunting
- Peran swasta dalam program CSR yang berkelanjutan
- Penggunaan secara masif aplikasi "Sayang Warga" yang bisa diakses oleh seluruh warga Kota Surabaya dalam pemantauan perkembangan dan updating data stunting melalui satu data terintegrasi.
Dalam ranah Kementerian Agama, Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) untuk para catin juga memberikan pengaruh terhadap pencegahan penurunan stunting. Dengan memberikan pembekalan di awal pernikahan, maka catin akan mengetahui ilmu-ilmu seputar stunting. Aplikasi "Sayang Warga" yang dirilis oleh Pemko Surabaya ini bisa dengan mudah melacak dan mendata catin-catin yang belum mengikuti BIMWIN.
"Kemenag terus berupaya untuk mewajibkan BIMWIN ini diikuti oleh seluruh catin khususnya di Kampar. Mudah-mudahan dengan ini, andil kita juga sangatlah signifikan memberikan sumbangsih untuk Kabupaten Kampar menuju 0 atau zero kasus stunting," pungkas Maswir.
Turut hadir dalam Rombongan TPPS Kab. Kampar yaitu Pj Ketua TP PKK Ricana Djayanti Hambali, Selaku Wakil Ketua TPPS yakni Kepala Dinas DP2KBP3, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Satpol PP, Sekretaris Dinas Kesehatan, Tim Sekretariat TPPS serta Satgas Percepatan Penurunan Stunting. (Cicy/Fatmi/Agus)