0 menit baca 0 %

Orang Muda Katolik Hadiri Undangan FKUB, Perkuat Kerukunan Umat Beragama di Kuansing

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Dalam upaya menjalin silaturahmi serta memperkuat pemahaman moderasi beragama di kalangan generasi muda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kuantan Singingi menggelar Kegiatan Silaturahmi dan Peningkatan Pemahaman Moderasi Beragama bagi Pemuda Lintas Agama.


Kuansing (Kemenag) โ€“ Dalam upaya menjalin silaturahmi serta memperkuat pemahaman moderasi beragama di kalangan generasi muda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kuantan Singingi menggelar Kegiatan Silaturahmi dan Peningkatan Pemahaman Moderasi Beragama bagi Pemuda Lintas Agama. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan pemuda dari berbagai agama di Kabupaten Kuantan Singingi. Dari Pemuda Katolik Teluk Kuantan, turut hadir Pakrin Manalu, S.Pd, Roberto Panjaitan, Mitra Sidabutar, Vika Gultom, dan Indah Tamba. Kehadiran pemuda lintas iman ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam merawat kerukunan dan persaudaraan di tengah keberagaman.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi sekaligus Penasihat FKUB, H. Suhelmon, MA, C.Qem, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesempatan berharga dapat berkumpul di Aula Kementerian Agama, yang disebutnya sebagai rumah besar bagi seluruh umat beragama.

โ€œMelalui wadah FKUB, khususnya pertemuan lintas pemuda antaragama ini, kita dipersatukan untuk duduk bersama dalam semangat kebersamaan dan kerukunan,โ€ ujarnya.

Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia berdiri di atas dasar Bhinneka Tunggal Ika, dengan perbedaan agama, suku, ras, bahasa, dan latar belakang. Menurutnya, pemuda lintas agama memiliki peran strategis sebagai perekat kerukunan, agar keberagaman tidak rapuh, tetapi justru menjadi kekuatan bangsa.

Pada sesi berbagi pengalaman, Pakrin Manalu, S.Pd, selaku Penyuluh Agama Katolik sekaligus perwakilan Pemuda Katolik Teluk Kuantan, menyampaikan praktik nyata moderasi beragama, khususnya pada unsur akomodatif terhadap kebudayaan lokal. Ia menjelaskan bahwa umat Katolik Teluk Kuantan secara aktif mendukung budaya daerah Pacu Jalur, antara lain melalui pemberian bantuan dana kepada jalur sebagai bentuk dukungan terhadap kearifan lokal.

Selain itu, Pakrin juga menyampaikan bahwa umat Katolik Teluk Kuantan secara rutin melaksanakan kegiatan donor darah, yang salah satunya dilaksanakan pada bulan November, sebagai wujud kepedulian sosial dan kontribusi nyata bagi masyarakat luas tanpa membedakan latar belakang agama.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pemuda lintas agama untuk terus menghidupi nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan ini diharapkan membawa keberkahan, memperkuat persaudaraan antarumat beragama, serta menumbuhkan komitmen bersama dalam menjaga dan merawat kerukunan umat beragama di Kabupaten Kuantan Singingi. (PM)