0 menit baca 0 %

Orientasi Pembinaan KBIH Hasilkan Beberapa Rekomendasi

Ringkasan: Pekanbaru, 02/07 (Humas) Orientasi Pembinaan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) se Provinsi Riau secara resmi ditutup oleh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau yang diwakili oleh Kepala Bidang Peny Hazawa Kemenag Riau Drs.H. A. Jalaluddin pada tanggal 01 Juli 2010 sekira pukul 16.00 wib.
Pekanbaru, 02/07 (Humas) Orientasi Pembinaan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) se Provinsi Riau secara resmi ditutup oleh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau yang diwakili oleh Kepala Bidang Peny Hazawa Kemenag Riau Drs.H. A. Jalaluddin pada tanggal 01 Juli 2010 sekira pukul 16.00 wib. Setelah menyerap materi dari berbagai nara sumber selama tiga hari, peserta yang menginap di hotel Mutiara Merdeka tersebut diakhiri dengan diskusi kelompok dan pemaparan masing-masing kelompok yang terdiri dari Kasi Haji dan KBIH berlangsung cukup alot meski terdapat berbagai tanya jawab yang cukup menarik orientasi tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi. Adapun hasil rumusan dari orientasi tersebut diantarnya : KBIH dalam rangka memberikan pada jamaah merupakan kebutuhan dalam rangka membimbing calon jamaah haji sehingga mampu menjadi haji yang mandiri. Selalu berkoordinasi dengan Kementerian Agama Kabupaten/Kota untuk mendapat informasi tentang pelaksanaan ibadah haji yang terbaru. Kementarian Agama Kabupaten/Kota untuk memonitor kegiatan KBIH, baik dalam pra manasik maupun sesudah menunaikan haji. KBIH selalu aktif melaporkan kegiatan-kegiatan pelaksanaan bimbingannya. KUA diminta untuk selalu memberikan infromasi terpadu kepada KBIH, KBIH selalu pro aktif berkoordinasi dengan KUA untuk menjadi penyelenggaraan haji dengan sebaik-baiknya setiap tahun, Antar KBIH dengan pihak-pihak terkait selalu duduk dalam pembinaan jamaah, Antar KBIH yang satu dengan yang lain harus ada kesamaan persepsi dan biaya bimbingan, Adanya batasan-batasan kerja KBIH terhadao keputusan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam Kementerian Agama. KBIH membantu/bekerjasama dengan pihak petugas TPIHI dalam pelaksanaan ibadah sejauh tidak mencampuri tugas dan wewenang pemerintah/petugas. Memberikan pembinaan terhadap alumni haji dan memotivasi agar dapat mempertahankan kemabruran hajinya. Pada kesempatan tersebut juga terdapat rekomendasi dari Kelompok diskusi antara lain : Prioritas porsi untuk pembimbing KBIH yang sudah ada jamaah,Pelatihan untuk pembimbing KBIH di daerah.memberikan sertifikasi kepada pembimbing KBIH.memberikan kesempatan kepada KBIH sebagai TPIHI.diusulkan agar pemerintah mensosialisaikan kemitraan KBIH kepada petugas didaerah.pembentukan Karu dan Karom diberi kewenangan KBIH. Sementara itu Kabid Haji memberikan apresiasi yang tinggi terhadap jalannya diskusi tersebut, menurutnya selain memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada, forum ini juga menjadi ajang silaturahim antar sesama KBIH yang merupakan mitra Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan kepada jamaah haji. Adapun rekomendasi dari hasil rumusan masalah tersebut tertuang dalam kertas dan ditanda tanggani oleh masing-masing perwakilan kelompok diskusi yang disaksikan secara langsung oleh Kabid Haji. (nik)