Kampar ( Kemenag )---Alam menjadi ruang belajar yang hidup bagi santri Madrasah Aliyah (MA) dan PDF Ulya Pondok Pesantren Assalam Naga Beralih, Kabupaten Kampar. Dalam kegiatan Outdoor Learning yang digelar pada Sabtu (4/10), para santri diajak menyelami langsung kearifan ekologi di kawasan Bandar Bakau Dumai, salah satu destinasi konservasi mangrove terbaik di Provinsi Riau.
Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran kontekstual di luar kelas, dengan tujuan memperluas wawasan santri tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove. Dengan mengenakan seragam lapangan dan semangat belajar tinggi, para santri tampak antusias sejak awal perjalanan hingga tiba di lokasi kegiatan.
Setibanya di Bandar Bakau, rombongan disambut hangat oleh Bapak Darwis, pengelola sekaligus pegiat lingkungan yang telah lama mendedikasikan diri dalam pelestarian mangrove di pesisir Dumai. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara detail manfaat mangrove sebagai pelindung alami pantai, tempat berkembang biaknya biota laut, serta perannya dalam menahan abrasi dan menyerap karbon.
“Menjaga hutan mangrove berarti menjaga kehidupan. Alam adalah sahabat manusia, dan kita berkewajiban merawatnya sebagai amanah dari Allah,” tutur Bapak Darwis di hadapan para santri dengan nada penuh inspirasi.
Selama kegiatan berlangsung, para santri tidak hanya menerima materi, tetapi juga berinteraksi langsung dengan alam. Mereka menelusuri jembatan kayu di antara lebatnya akar bakau, mengamati burung air, dan mempelajari jenis-jenis pohon mangrove yang tumbuh di kawasan tersebut. Suasana belajar terasa hidup, penuh tanya jawab, dan sesekali diselingi canda, membuat pengalaman belajar di alam semakin bermakna.
Kepala rombongan menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan serta apresiasi terhadap antusiasme santri.
“Outdoor learning ini menjadi media efektif menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sekaligus memperkuat karakter santri agar lebih peka terhadap alam. Kami ingin mereka memahami bahwa menjaga alam adalah bagian dari iman dan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama di tepi kawasan mangrove, di mana para santri diajak merenungi pentingnya menjaga ciptaan Allah yang luar biasa ini.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Pondok Pesantren Assalam Naga Beralih menunjukkan komitmennya untuk melahirkan generasi santri yang tidak hanya berilmu dan berakhlak, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis tinggi — mencintai bumi sebagaimana mereka mencintai Al-Qur’an yang mereka pelajari setiap hari.
Fatmi/humas PP Assalam