0 menit baca 0 %

Outing Class P5P2RA ke Istana Siak – Menelusuri Jejak Kearifan Lokal

Ringkasan: Kampar (Kemenag) - Dalam upaya menanamkan nilai-nilai kearifan lokal dan memperkuat implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin (P5P2RA), siswa-siswi MTsN 4 Kampar melaksanakan kegiatan outing class ke Istana Siak Sri Indrapura, salah satu situs sejarah dan kebuday...

Kampar (Kemenag) - Dalam upaya menanamkan nilai-nilai kearifan lokal dan memperkuat implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin (P5P2RA), siswa-siswi MTsN 4 Kampar melaksanakan kegiatan outing class ke Istana Siak Sri Indrapura, salah satu situs sejarah dan kebudayaan penting di Provinsi Riau, Selasa 17/6/2025

Kegiatan ini mengusung tema “Kearifan Lokal”, dengan tujuan: Pertama. Mengenalkan sejarah dan budaya lokal kepada peserta didik secara langsung, Kedua Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kepedulian terhadap pelestarian budaya bangsa, Ketiga  Menanamkan nilai-nilai karakter yang luhur seperti gotong royong, tanggung jawab, dan cinta budaya

Rombongan siswa didampingi oleh para guru dan pembimbing yang secara aktif mendampingi siswa dalam mengeksplorasi warisan budaya yang ada di Istana Siak. Kegiatan ini diisi dengan kunjungan edukatif ke museum, penyampaian materi sejarah oleh pemandu, serta diskusi dan refleksi bersama.

Kepala MTsN4 Kampar, Mohd. Yuras, S.Sos.I, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan:  “Melalui outing class ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Istana Siak bukan sekadar tempat bersejarah, tapi juga sumber nilai dan inspirasi bagi generasi muda. Diharapkan siswa tidak hanya mengenal sejarah, tetapi juga mengambil pelajaran berharga dari kearifan lokal yang ada. Ini sejalan dengan semangat P5P2RA untuk membentuk pelajar yang berakhlak, berkebudayaan, dan cinta tanah air.”

Kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh semangat, dan mendapat respon positif dari para siswa. Momen kebersamaan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan karakter, yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata di tengah masyarakat dan lingkungan budaya.

"Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus menggali nilai-nilai lokal dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Yuras (Fatmi/Cicy/Ags)