0 menit baca 0 %

Pagi yang Hangat di MIM Simpangkubu: Menyambut Kedatangan Siswa dengan Senyum dan Semangat

Ringkasan: Kampar (kemenag) Rabu, 30 Juli 2025 Seperti biasa, suasana pagi di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Simpangkubu dipenuhi dengan semangat dan senyum ramah para pendidik. Pada hari Rabu, 30 Juli 2025, kegiatan pembiasaan pagi kembali dilaksanakan sebagai wujud komitmen madrasah dalam...

Kampar (kemenag) โ€“ Rabu, 30 Juli 2025 Seperti biasa, suasana pagi di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Simpangkubu dipenuhi dengan semangat dan senyum ramah para pendidik. Pada hari Rabu, 30 Juli 2025, kegiatan pembiasaan pagi kembali dilaksanakan sebagai wujud komitmen madrasah dalam menanamkan nilai kedisiplinan dan kehangatan dalam menyambut hari belajar.

Sejak pukul 06.45 WIB, majelis guru yang bertugas piket pagi telah bersiap menyambut kedatangan para siswa dan siswi di gerbang madrasah. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ustadz Syarifuddin, S.Pd.SD selaku koordinator piket pagi, yang memimpin dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan.

Dengan sapaan ramah, senyum hangat, dan salam islami, guru-guru menyambut satu per satu siswa yang datang. Tak hanya sekadar menyapa, guru piket juga memastikan kedisiplinan atribut siswa, seperti kerapian seragam, kebersihan diri, serta perlengkapan belajar.

Kegiatan ini bukan hanya untuk menciptakan suasana yang nyaman, tetapi juga sebagai upaya membentuk budaya madrasah yang positif, menumbuhkan rasa dihargai, dan membangun kedekatan emosional antara guru dan siswa.

Koordinator piket, Ustadz Syarifuddin, menyampaikan bahwa penyambutan pagi ini penting dilakukan secara konsisten. โ€œSambutan pagi bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak yang disambut dengan penuh senyum dan perhatian akan merasa dihargai dan lebih semangat untuk belajar,โ€ ujarnya.

Selain menyambut siswa, guru piket juga melakukan pengawasan ringan terhadap aktivitas siswa sebelum jam pertama dimulai, memastikan suasana madrasah tetap kondusif dan tertib.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari siswa dan wali murid. Para siswa terlihat lebih disiplin dan bersemangat mengikuti pelajaran. Madrasah pun semakin terasa sebagai rumah kedua yang nyaman dan penuh kasih sayang.

ย 

ย 

(zaipul)