Pelalawan (Inmas) - Pada malam 10 Ramadhan, Wandi Saputra, seorang penyuluh agama Islam non-PNS di Kecamatan Pangkalan Kerinci, memegang tugas sebagai penceramah agama di masjid Nur Hidayah. Dengan tema yang menggugah, yaitu "Sesal Kemudian Tidak Berguna", Wandi Saputra mengutip perkataan dari Imam Hasan Al Basri Al Banna, seorang tokoh sufi dari Mekkah.
Dalam ceramahnya, Wandi Saputra mengajak jamaah untuk merenungkan pesan dari Imam Hasan Al Basri Al Banna, yang menekankan pentingnya memperhatikan dua hal utama dalam kehidupan. Pertama, adalah kecemasan apakah ibadah yang kita lakukan akan diterima oleh Allah SWT atau tidak. Kedua, adalah kecemasan terhadap datangnya kematian dan tempat di mana kita akan meninggal dunia.
Wandi Saputra menegaskan bahwa dengan berbekal ibadah yang benar sesuai dengan syariat agama Islam, maka segala yang kita lakukan selama di dunia ini akan bernilai ibadah. Oleh karena itu, kecemasan tersebut akan terjawab dengan kesiapan mental, hati, jiwa, dan raga yang didasarkan pada ketakwaan kepada Allah SWT.
Ceramah yang disampaikan oleh Wandi Saputra tersebut menjadi momen introspeksi bagi jamaah yang hadir di masjid Nur Hidayah. Pesan-pesan yang disampaikan mengingatkan mereka akan pentingnya menjalani hidup dengan kesadaran akan akhirat dan dengan melakukan ibadah yang ikhlas serta sesuai dengan ajaran agama Islam.