Kuansing(inmas) Senin, 11 Januari 2021 penyuluh agama Islam non PNS kecamatan Singingi Hilir buya Alzekrillah Syaf, S. Psi sampaikan kisah teladan Nabi Ulul Azmi kepada seluruh jemaah pada kajian sebelum pelaksanaan sholat Zhuhur di Masjid Besar Istiqomah Desa Koto baru.
Buya Alzekrillah Syaf, S. Psi menjelaskan bahwa Manusia sebagai khalifah di bumi bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan. Dalam melakukan amal perbuatan, manusia tentu membutuhkan sosok-sosok yang mampu dijadikan teladan. Allah memberikan keteladanan kepada manusia-manusia pilihan yang disebut sebagai nabi dan rasul. Tentu semua nabi dan rasul Allah mencontohkan keteladanan.
Kemudian Buya Alzekrillah Syaf, S. Psi menjelaskan di antara semua Nabi dan Rasul Allah terdapat lima Rasul yang memiliki kelebihan istimewa yang disebut ulul azmi.
Adapun Nabi dan Rasul Ulul Azmi
Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad Saw.
Pengertian Nabi dan Rasul Ulul Azmi
Sebelum membahas kisah teladan Nabi Ulul Azmi, perlu terlebih dahulu mengetahui makna kata nabi, rasul dan ulul azmi. Menurut Al-Alusi, dalam tafsirnya Ruh al-Ma’ani mengatakan bahwa nabi adalah seorang yang menerima wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri dan rasul wajib menyampaikan wahyu tersebut.
Sedangkan menurut Az-Zamakhsyari dalam tafsirnya al-Kasyaf, nabi merupakan seorang yang diutus Allah untuk menyeru kepada manusia supaya mengikuti syariah yang terdahulu dan rasul memiliki kitab dan syariah tersendiri. Dari pengertian tersebut, rasul memiliki tanggung jawab yang lebih dari pada nabi.
Kata ulul azmi secara bahasa yaitu pemilik keteguhan hati. Menurut al-Thabary istilah ini bermakna nabi-nabi yang mempunyai kesabaran dan keuletan dalam menghadapi berbagai cobaan ketika menyampaikan amr ma’ruf nahi munkar. Mereka yaitu Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad.(MB)