Rokan Hilir (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir yang bertugas pada KUA Kecamatan Batu Hampar, Iskandar menjadi Bintang Tamu dan Narasumber Bicang Santai Podcast BPP Bangko season lima, Selasa (19/11/2024).
Podcast tersebut membahas dan berdiskusi tentang pentingnya keberhasilan pertanian melalui zakat pertanian yang dipandu seorang host wanita Khairunnisa. Podcast berlangsung di Kantor BPP (Balai Penyuluh Pertanian) Bangko di Kec. Batu Hampar dan ditayangkan melalui chanel youtube BPP Bangko Rokan Hilir.
Mengawali diskusi, host memberikan waktu kepada Koordinator BPP Bangko, Sudirman yang juga hadir dalam podcast tersebut untuk menjelaskan tujuan membahas tema dimaksud. Menurut sudirman hal ini sebagai langkah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat pentingnya zakat pertanian.Â
Lebih lanjut Sudirman mengatakan bahwa dari hasil pertanian yang didapat terdapat hak orang lain, dan hak orang lain itu harus dibayarkan dengan mengeluarkan zakat sesuai ketentuan, untuk itu dia memberikan waktu kepada Narasumber mengupas bagaimana terkait zakat pertanian tersebut dan meminta kepada pendengar untuk menyimaknya secara baik.
Selanjutnya jalanya podcast kembali diambil alih Khairunnisa, dengan menanyakan apa itu zakat, Jenis-jenis zakat, ketentuan zakat kepada Narasumber untuk dapat menjelaskan secara rinci.
Iskandar dalam jawaban dan penjelasannya menyebut zakat secara bahasa berarti tumbuh/suci/berkembang. Sementara itu zakat terbagi dua yakni zakat fitrah dan zakat mal kemudian zakat mal dibagi lagi kepada beberapa jenis termasuk zakat pertanian dan dijelaskannya secara rinci.
Iskandar mengatakan bahwasanya secara bahasa zakat berarti tumbuh/suci dan berkembang. Beliau menegaskan bahwa jika sudah mencapai haul dan nisabnya zakat hukumnya adalah wajib, jadi petani wajib mengeluarkan zakat sesuai ketentuan yang sudah diatur. Beliau tekankan untuk ditunaikan agar meraih keberkahan dari Allah SWT.Â
Lebih lanjut Iskandar menjelaskan zakat secara istilah. "Secara istilah adalah pengambilan tertentu dengan harta yang tertentu, tidak semua harta itu dikeluarkan zakatnya, klu tidak mencapai nisab dan haulnya tidak dikeluarkan zakatnya," jelasnya.
Memasuki pembahasan inti mengenai zakat pertanian, Iskandar menjawab dan memberikan penjelasan yang mendalam dan mudah dipahami mengenai hukum, waktu, syarat, dan cara menghitung dan menyalurkan zakat pertanian tersebut yang meliputi berbagai jenis tanaman.
Dalam penjelasannya, Iskandar menyebut zakat pertanian menjadi wajib apabila sudah mencapai haul dan nisabnya dan dikeluarkan 25 persen dari penghasilan bersih. Beliau menerangkan dan memberikan hitungan dengan sangat jelas.
Pada kesempatan itu Iskandar juga menerangkan hikmah dari berzakat itu sendiri diantaranya zakat dapat mensucikan harta, meningkatkan kualitas tanaman, menjaga stabilitas sosial, menghapus dosa.
Selanjutnya, Iskandar menambahkan dengan menyebutkan ancaman bagi orang yang tidak mau mengeluarkan zakat dan Beliau menegaskan dengan berzakat harta tidak akan berkurang melainkan akan bertambah.Â
Kehadiran PAI pada podcast tersebut merupakan bukti nyata partisipasi aktif dalam hal dakwah, memberikan ilmu agama kepada masyarakat. Diharapkan melalui sosialisasi ini masyarakat terutama petani memahami dan menunaikan zakat pertanian. (Humas)