0 menit baca 0 %

PAI Dumai Dibekali Ilmu Retorika Dakwah

Ringkasan: Dumai (Kemenag) - Penyuluh Agama IsIam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Dumai kembali mendapatkan materi pembinaan. Kali ini materi pembinaan yang diberikan adalah tentang retorika Dakwah dan Penulisan Artikel.Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada hari Kamis (29/08/2024) pagi, yang di taja ol...

Dumai (Kemenag) - Penyuluh Agama IsIam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Dumai kembali mendapatkan materi pembinaan. Kali ini materi pembinaan yang diberikan adalah tentang retorika Dakwah dan Penulisan Artikel.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada hari Kamis (29/08/2024) pagi, yang di taja oleh Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam di Aula Pertemuan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Dumai. Adapun Pematerinya yakni Rasyidi dan Jimmi Pasla. 

Dalam pemaparan Rasyidi menyampaikan tentang Retorika Dakwah. Dimana retorika dakwah merupakan seni berbicara dalam menyampaikan dakwah.

"Retorika merupakan bagian dari ilmu komunikasi. Dengan menguasai retorika dakwah akan memudahkan Da’i dalam menyampaikan pesan dakwah kepada mad’u sebagai sasaran dakwah. Dakwah sendiri bisa dilakukan dengan perkataan, tulisan dan perbuatan. Hal inilah yang dicontohkan Rasulullah dalam menyampaikan dakwah," jelasnya.

Bukan hanya dengan perkataan dan perbuatan saja Rasulullah SAW menyampaikan dakwah, melainkan melaui tulisan dalam bentuk surat yang dikirim kepada penguasa dan raja-raja yang berkuasa saat itu. Hal lain yang ditegaskan Rasyidi dalam kesempatan itu dalam berdakwah para Da’i memperhatikan kepada siapa dakwah itu ditujukan, kepada masyarakat umum, kalangan terpelajar, mahasiswa maupun kalangan karyawan perusahaan.

Sementara itu narasumber Jimmi Pasla, dalam pemaparannya menyampaikan tentang penulisan artikel bagi penyuluh. Beberapa tips yang untuk membuat tulisan adalah mengumpulkan bahan dan ditulis atau di bukukan. Baik bahan ceramah atau pun konsep khutbah.

Lebih jauh beliau menyampaikan beberapa contoh penelitian yang bisa dipublikasikan, baik dalam bentuk jurnal ataupun dicetak jadi sebuah buku. Kunci untuk menulis adalah mau memulai. Walaupun ada hambatan dan datang kejenuhan bisa disiasati dengan berbagai cara, sehingga bisa menjadi sebuah tulisan.

Kedepan Jimmi Pasla menyarankan agar materi ceramah dan khutbah bisa dikonsep menjadi sebuah kumpulan materi ceramah dalam sebuah buku yang bisa dibaca khalayak ramai. (AD/Arief)*