Kemenag (Kuansing)Singingi Hilir, 21 Agustus 2025 – Sebelum pelaksanaan ibadah sholat Zhuhur berjamaah, suasana Masjid Besar Istiqomah Desa Koto Baru dipenuhi dengan kekhusyukan. Tepat pada pukul 12.30 WIB, kegiatan kuliah tujuh menit (kultum) disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Singingi Hilir, H. Isnaini, S.Ag, dengan tema “Sholat Jamak dan Qashar”. Kegiatan ini berlangsung penuh khidmat hingga menjelang iqamah sholat Zhuhur.
Dalam tausiyah singkatnya, H. Isnaini menyampaikan penjelasan mendalam tentang ketentuan, syarat, dan tata cara pelaksanaan sholat jamak dan qashar. Beliau menekankan pentingnya memahami konsep rukhsah (keringanan) dalam Islam, khususnya bagi umat yang sedang dalam perjalanan atau mengalami kondisi khusus yang dibenarkan syariat.
> “Islam adalah agama yang memudahkan, bukan mempersulit. Sholat jamak dan qashar adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang mengalami kesulitan dalam menunaikan ibadah sesuai waktu normal,” jelas H. Isnaini dalam kultumnya.
Penjelasan yang disampaikan dengan bahasa sederhana namun menyentuh membuat para jamaah tampak antusias dan menyimak dengan serius. Tidak sedikit jamaah yang mengangguk dan bahkan mencatat poin-poin penting yang disampaikan.
Harapan KUA Singingi Hilir: Masjid Jadi Pusat Edukasi dan Spiritualitas
Kepala KUA Singingi Hilir, Zulfikar Ali, S.Ag, memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan kultum rutin ini. Ia menegaskan bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pembelajaran, pembinaan umat, dan penyebaran ilmu yang bermanfaat.
> “Kami di KUA sangat mendukung kegiatan seperti ini. Harapannya, masjid semakin hidup, tidak hanya diisi sholat berjamaah, tetapi juga dengan edukasi keagamaan yang membentuk pemahaman dan karakter umat,” ujarnya.
KUA juga mendorong agar setiap penyuluh agama dapat turun langsung ke tengah masyarakat, membina, memberi pencerahan, dan menjawab kebutuhan umat dengan pendekatan yang santun dan membumi.
Harapan PAI H. Isnaini: Ilmu Praktis dan Fikih Harian Diperbanyak
Sebagai penyuluh agama yang aktif berdakwah di wilayah Singingi Hilir, H. Isnaini berharap semakin banyak kegiatan edukasi keagamaan di masjid-masjid desa, terutama yang membahas persoalan fikih ibadah sehari-hari seperti wudhu, tayamum, dan sholat.
 “Kadang kita terlalu fokus pada pembahasan yang berat, padahal umat sangat butuh pengetahuan dasar tapi penting seperti ini. Semoga kita bisa rutin hadir untuk menyampaikan ilmu yang praktis dan relevan dengan keseharian masyarakat,” tuturnya.
Beliau juga berharap ada lebih banyak kolaborasi antara PAI, pengurus masjid, tokoh masyarakat, dan pemuda dalam menghidupkan syiar Islam secara rutin dan terstruktur.
Harapan Jamaah: Kegiatan Seperti Ini Rutin dan Diperluas
Jamaah Masjid Besar Istiqomah merasa bersyukur dengan adanya kultum yang disampaikan sebelum Zhuhur. Mereka menyebut kegiatan ini memberikan wawasan baru dan menyegarkan semangat beribadah, terutama bagi yang belum memahami aturan sholat ketika dalam perjalanan.
 “Biasanya kita ragu kalau sedang musafir, bolehkah menjamak sholat? Setelah penjelasan tadi, saya jadi lebih paham. Semoga kultum seperti ini diadakan terus dan di masjid lain juga,” ujar salah seorang jamaah yang hadir.
Kegiatan kultum oleh PAI Singingi Hilir ini membuktikan bahwa dakwah singkat yang berkualitas bisa memberikan dampak besar bagi pemahaman dan semangat keagamaan masyarakat. Dengan tema yang praktis dan penyampaian yang santai namun penuh ilmu, kultum ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat ibadah umat Islam di wilayah Singingi Hilir.
Semoga ke depan, kegiatan pembinaan seperti ini terus berkesinambungan, diperluas jangkauannya ke seluruh desa dan masjid di Kecamatan Singingi Hilir, agar dakwah Islam terus menyala, membumi, dan mencerdaskan umat di tengah tantangan zaman.(MB)