Untuk lebih maksimal dan terarahnya tugas Penyuluh Agama Islam, Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan SE Tentang Pedoman Penyuluh Agama Islam, yang mana ada dua belas spesialisasi yang terkait dengan tugas kebimas-islaman. Satu diantaranya adalah penyuluhan Pengentasan Buta Huruf Al-Qur’an. Penyuluh Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an, yang bertugas untuk secara bertahap menjadikan kelompok binaan dapat membaca dan menulis huruf Al-Qur’an.
Tugas pokok Penyuluh Agama Islam adalah melakukan bimbingan atau penyuluhan agama dan pembangunan melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran sesuai kebijakan yang ditetapkan oleh Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama.
Sebagai seorang Penyuluh Agama Islam (PAI) , sudah menjadi tugasnya melaksanakan bimbingan dan penyuluhan di tengah-tengah masyarakat untuk mewujudkan masyarakat Islam yang taat beragama dan sejahtera lahir batin. Tugas pokok Penyuluh Agama Islam adalah melakukan bimbingan dan penyuluhan keislaman dan pembangunan melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran atau binaan.
Itulah yang rutin dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi, Ustadz Ari Kurniawan, S.Pd.I Pada Ahad (03/08/25) melaksanakan bimbingan rutin Pemberantasan Buta Huruf Al-Quran konsentrasi Tahfidz Quran di Rumah Tahfidz Quran (RTQ) Nurul Ikhsan Desa Pulau Tongah Kecamatan Benai.
Bimbingan tersebut dilaksanakan dua kali dalam seminggu. Yakninya setiap hari Sabtu jam 14.00 dan Ahad pagi pukul 06.30 WIB. Adapun kelompok binaan seluruhnya berjumlah tiga puluh orang.
“Alhamdulillah pada hari ini (Ahad) dapat melaksanakan kegiatan penyuluhan dan bimbingan. Bimbingan Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an konsentrasi Tahfidz Qur'an di Rumah Tahfidz Qur'an (RTQ) Nurul Ikhsan Desa Pulau Tongah Kecamatan Benai. semoga berkah, aamiin. “ Ujar ustadz Ari (AK)