0 menit baca 0 %

PAI Kecamatan Tuah Madani Beri Penyuluhan di MDTA Al- Hidayah

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag)- Sebagai bagian dari program pembinaan penyuluh agama dalam penuntasan buta huruf Al-Qur'an bagi generasi muda, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Tampan Suhaimi, melaksanakan program penyuluhan rutin setiap hari selasa dikelompok binaan MDTA Al-Hidayah kelurahan Sidomulyo Bara...

Pekanbaru (Kemenag)- Sebagai bagian dari program pembinaan penyuluh agama dalam penuntasan buta huruf Al-Qur'an bagi generasi muda, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Tampan Suhaimi, melaksanakan program penyuluhan rutin setiap hari selasa dikelompok binaan MDTA Al-Hidayah kelurahan Sidomulyo Barat kecamatan Tuah Madani, Selasa (27/8/2024).

Menurut Suhaimi, peran yang dilakukan penyuluh agama sangat strategis dalam mewujudkan masyarakat yang agamis. Untuk itu penyuluh agama memberikan wadah kepada generasi muda dan masyarakat untuk mendapat bimbingan dan arahan dari berbagai masalah keagamaan, salah satu diantaranya ialah upaya memberantas buta huruf Al-Qur'an.

"Di era globalisasi sekarang ini, banyak sekali pergeseran nilai dalam kehidupan masyarakat, karena dari data Kementerian Agama provinsi Riau masih menunjukan banyak sekali generasi muda yang belum mampu dalam membaca Al-Quran, ini menjadi keprihatinan kita semua dengan banyaknya siswa yang tidak bisa membaca al-Qur’an," tutur Suhaimi

Menurutnya, kondisi itu disebabkan beberapa faktor, antara lain, semakin berkurangnya tempat magrib mengaji di beberapa mesjid dan musholla, kurangnya motivasi orangtua dan banyaknya anak terpapar dengan gadget.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa pemberantasan buta huruf Al-Qur'an bukan hanya untuk mereka yang tidak bisa sama sekali membaca Al-Qur'an, akan tetapi juga yang belum lancar dalam membaca Al-Qur'an. Pembinaan yang dilakukan ini menurut beliau bertujuan untuk mewujudkan generasi muda yang mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Dengan demikian tentu akan meningkatkan kualitas ibadah mereka.

Suhaimi berharap dengan upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an, tidak ada lagi anak usia sekolah generasi muda khususnya di daerah kota Pekanbaru yang tidak bisa membaca Al-Qur’an. (*)