Rokan Hilir (inmas)- Peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Perayaan Maulid Nabi sudah menjadi tradisi yang berkembang di masyarakat islam khususnya di Indonesia
Dalam penyelenggaraannya, dibutuhkan juga susunan acara Maulid Nabi yang benar, agar semua berjalan dengan baik dan lancar. Peringatan ini menjadi sebuah penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Dan inti dari acara Maulid Nabi adalah untuk memperkaya keimanan, meningkatkan ketaqwaan dan meyakinkan tentang keesaan Allah SWT.
Dalam acara Maulid, biasanya ada runtutan acara yang diselenggarakan oleh panitia setempat. Berikut acara yang biasa dilaksanakan pada Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).
1. PembukaanPembukaanembacaan ayat suci Al-Qur’an.
2. Sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama dari ketua panitia penyelenggara, disusul sambutan dari pengurus masjid tempat diselenggarakannya acara, dan terakhir adalah dari sambutan pemerintah setempat.
3. IstirahatIstirahat atau jeddah, biasanya dibagikan makanan ringan kepada jamaah dan penampilan nasyid yang berisi pujian-pujian kepada nabi Muhamma, SAW.
4. Materi yang disampaikan oleh Penceramah/muballig.
5. Doa dan penutup.
Dalam mengikuti susunan acara Maulid Nabi Muhammad SAW, kita tidak sedang membuat acara yang bersifat hura-hura, namun berupa siraman rohani yang harus menjadi renungan.
Sehingga, sosok tokoh sejarah tidak menjadi fiktif dalam diri kita, namun benar-benar secara kongkrit tertanam di sanubari.
Selain itu juga dapat berfungsi untuk mengukuhkan komitmen dan loyalitas kita dalam bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Hal ini disampaikan salah seorang Penyuluh Agama Islam (PAI) honorer Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir, Ustadz Ramli, M.Pd.I usai menyampaikan taushiyah maulid nabinya, Minggu, 15 Nopember 2020 di Mushalla Alhikmah, Bagan Punak Meranti, Bagansiapiapi yang diselenggarakan perwiritan ibu-ibu yang diketuai Ibu Rohana Binti Kh. Khitan.
Ustadz Ramli dalam ceramahnya, menyampaikan Sejarah Kelahiran Rasulullah kepada para ibu ibu perwiritan diselingi lelucon, mengajak jamaah untuk mencintai Nabi Muhammad SAW, dengan cara melaksanakan sunnahnya. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah Menjadikan Rasulullah sebagai contoh tauladan bagi kita umat Islam yang merupakan umat Rasulullah SAW. (Rml/ Nsh)