0 menit baca 0 %

PAI Keritang Giatkan Pembinaan Fikih, Gelar Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah di Desa Kayu Raja

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan keagamaan masyarakat, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Keritang aktif menyelenggarakan kegiatan pembinaan fikih praktis. Kali ini, fokus kegiatan adalah pelatihan tata cara Penyelenggaraan Jenazah yang dilaksanakan di Desa...

Tembilahan (Kemenag) – Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan keagamaan masyarakat, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Keritang aktif menyelenggarakan kegiatan pembinaan fikih praktis. Kali ini, fokus kegiatan adalah pelatihan tata cara Penyelenggaraan Jenazah yang dilaksanakan di Desa Kayu Raja pada Selasa (25/11/2025).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk membekali masyarakat, khususnya tokoh agama dan ibu-ibu majelis taklim, agar mampu melaksanakan fardu kifayah dengan benar sesuai syariat, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga menguburkan jenazah.

Salah satu Penyuluh Agama Islam yang bertindak sebagai pemateri utama dalam sesi pelatihan tersebut adalah Abdul Rahman. Ia menyampaikan materi secara detail, baik teori maupun simulasi praktis, agar para peserta benar-benar memahami setiap langkah yang harus dilakukan.

Acara ini mendapat sambutan hangat, terlihat dari antusiasme masyarakat sekitar yang hadir. Abdul Rahman didampingi oleh beberapa Penyuluh Agama Islam Kecamatan Keritang lainnya yang turut membantu memfasilitasi jalannya praktik dan menjawab pertanyaan dari para peserta.

Abdul Rahman menjelaskan bahwa ilmu tentang penyelenggaraan jenazah sangat penting karena ini adalah kewajiban kolektif (fardu kifayah) yang harus dipastikan dapat dilakukan oleh setiap komunitas.

“Penyelenggaraan jenazah adalah salah satu fardu kifayah yang paling mendasar dalam komunitas muslim. Ini bukan sekadar ritual, tetapi bentuk penghormatan terakhir kita kepada saudara kita. Kami ingin memastikan masyarakat Desa Kayu Raja memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, sehingga saat musibah datang, mereka tidak bingung dan mampu menjalankan syariat ini dengan sempurna,” ujar Abdul Rahman.

Ia juga menambahkan, “Kehadiran rekan-rekan PAI lainnya dan partisipasi aktif masyarakat menunjukkan komitmen kita bersama dalam menjaga nilai-nilai keagamaan. Kami berharap ilmu yang didapat hari ini tidak hanya berhenti pada peserta, tetapi dapat ditularkan kepada keluarga dan tetangga lainnya.”

Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan kader-kader yang siap sigap membantu masyarakat dalam urusan penyelenggaraan jenazah di Desa Kayu Raja dan sekitarnya. (Ria)