Rokan Hilir (Kemenag) - Seiring pergantian waktu, umat Islam kembali memperingati tahun baru Hijriyah, yang biasa diperingati pada bulan Muharram, tahun baru Islam ini merupakan momen penting bagi umatnya karena merupakan hari bersejarah dari momentum hijrah Nabi Muhammad SAW.
Mawardi, salah seorang Penyuluh Agama Islam (PAI) pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batu Hampar melakukan binaan rutin memberikan tausiyah dan ilmu agama kepada Majelis Taklim Nurul Hidayah Kepenghuluan Bantaian Baru, menyampaikan tentang Kemuliaan Bulan Muharram. Senin siang, (22/7/24).
"Bulan Muharram merupakan salahsatu dari empat bulan haram dalam Islam. Adapun empat bulan haram itu ialah, Muharram, Rajab, Dzulqoidah& Dzulhijjah, didalam bulan haram ini terdapat banyak keutamaan tersendiri yang tidak ada pada delapan bulan lainnya," ucap Mawardi
Lebih lanjut ia menjelaskan tentang kandungan dari surah At-Taubah Ayat 36. " Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu," terangnya.
Diantara kemuliaan bulan Muharram yang ia sampaikan ialah bagi umat islam yang berpuasa sehari pada bulan mulia itu akan mendapat ganjaran pahala yang berlipatganda bahkan jika berpuasa pada tanggal 10 Muharram, menjadi pelebur dosa setahun.
Selanjutnya Mawardi memaparkan kemuliaan bulan Muharram lainnya, diantaranya bulan muharram menyimpan peristiwa penting dan bersejarah, lalu ia menceritakan peristiwa bersejarah tersebut yang terjadi pada bulan mulia ini diantaranya yang ia sebutkan ialah pada bulan ini diciptakan nabi Adam AS dan pada bulan ini juga terlepasnya nabi Musa AS dari kejaran fir'aun laknatullah dan lainnya.
Sebelum menutup kajiannya Mawardi mengajak jamaah kelompok binaannya dapat menghiasi bulan Muharrram dengan memperbanyak amal ibadah kepada Allah SWT.
"Pada bulan ini adalah moment bagi kita untuk meningkatkan kualitas takwa, sebab orang yang melakukan maksiat pada empat bulan mulia yang salah satunya Muharram akan mendapat balasan dosa yang lebih besar. Selain dosa yang mengalami pelipatgandaan balasan, pahala amal ibadah juga demikian", jelasnya.
"Marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas iman dan menjauhi larangan dari Allah SWT, agar kita senantiasa mendapatkan rahmat dan ridho dari Allah SWT," tutupnya. (Humas)