0 menit baca 0 %

PAI KUA Dumai Barat Laksanakan Bimbingan Perkawinan

Ringkasan: Dumai (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dumai Barat melakukan kegiatan bimbingan perkawinan atau nasehat pernikahan pada Kamis, 18 Desember 2025 pukul 10.00 WIB di ruang Balai Nikah KUA Kecamatan Dumai Barat  yang disampaikan oleh salah satu PAI KUA Kecamata...

Dumai (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dumai Barat melakukan kegiatan bimbingan perkawinan atau nasehat pernikahan pada Kamis, 18 Desember 2025 pukul 10.00 WIB di ruang Balai Nikah KUA Kecamatan Dumai Barat  yang disampaikan oleh salah satu PAI KUA Kecamatan Dumai Barat yaitu Rahmadianti kepada 7 (tujuh ) pasang calon pengantin (cantin).

Bimbingan pernikahan ini dilaksananakan bertujuan untuk membekali calon pengantin dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam rangka membangun rumah tangga yang bahagia dan sejahtera dengan harapan terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah.

Dalam bimbingan pernikahan kali ini, Rahmadianti membahas terkait dengan psikologi pernikahan. Adapun materi pernikahan yang disampaikan adalah mencakup dinamika hubungan, komunikasi efektif, konflik dan resolusi, peran dan tanggung jawab, komitmen, serta fase-fase pernikahan (dari honeymoon hingga stabil).

Dengan tujuan membangun rumah tangga harmonis dengan memahami aspek psikologis, emosional dan sosial pasangan untuk mencapai kepuasan dan ketahanan hubungan jangka panjang serta juga diberikan kesempatan kepada calon pengantin untuk menyampaikan pertanyaan jika ada hal-hal yang belum dipahami.

“Dan harapannya dengan program bimbingan perkawinan yang diselenggarakan Kementerian Agama melalui KUA Kecamatan Dumai Barat ini diharapkan dapat memberikan sejumlah manfaat dan pencapaian penting bagi calon pengantin," ucap Rahmadianti.

“Selanjutnya, harapan-harapan utama dalam penyampaian materi tersebut diantaranya adalah meningkatkan kesiapan mental dan emosional, membekali keterampilan komunikasi efektif, membangun resiliensi dalam menghadapi konflik, menciptakan ekspektasi yang realistis dan memperkuat komitmen dan keharmonisan," tambah Rahmadianti. (Anti/Ayu)