0 menit baca 0 %

PAI KUA Kec. Mandau Ikuti Sosialisasi Moderasi Beragama

Ringkasan: Mandau (Kemenag) - Tiga Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama Kecamatan Mandau mengikuti Sosialisasi Moderasi Beragama yang dilaksanakan Oleh Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Provinsi Riau di Aula Gedung Bathin Betuah Jalan Sudirman Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis Rabu,  28/05/2...

Mandau (Kemenag) - Tiga Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama Kecamatan Mandau mengikuti Sosialisasi Moderasi Beragama yang dilaksanakan Oleh Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Provinsi Riau di Aula Gedung Bathin Betuah Jalan Sudirman Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis Rabu,  28/05/2025.

Mereka adalah Ahmad Sehat, SHI,  Zul Afriandi, S.Sos, dan Muhammad Fahmi, S.Th.I mengikuti kegiatan sosialisasi moderasi beragama dengan tema “menjaga harmonisasi kerukunan umat beragama di Provinsi Riau”.

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Bengkalis yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Andris Wasono, Ap, Msi. Dalam sambutannya Bupati Bengkalis melalui asisten satu H. Andris Wasono menyampaikan bahwa kerukunan umat beragama menjadi nilai dasar dalam memajukan suatu daerah atau bangsa.

Kepada seluruh peserta yang hadir dan para tamu undangan beliau berpesan agar seluruh elemen masyarakat mampu menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama di Kabupaten Bengkalis secara khusus dan di Negara Kesatuan Republik Indonesia secara umum. Kabupaten Bengkalis merupakan potret Indonesia Mini karena di Kabupaten Bengkalis bisa dikatakan semua agama , suku dan budaya ada di Kabupaten ini, jelasnya .

Dalam kegiatan tersebut turut hadir ketua FKUB provinsi Riau KH. Abdurrahman Qoharuddin, MA, ketua komisi 1 DPRD Provinsi Riau Nur Azmi Hasyim,ST.MM, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau diwakili oleh H. Gana Radguna,S.Ag, MH , Ketua FKUB Kabupaten Bengkalis H. Zulfikar Indra, Kepala Kantor Urusan Agama  Kecamatan Mandau Saim,S.Ag,MSh, Kepala Kantor Urusan Agama  Kecamatan Pinggir R. Hadi ,SH, Kepala Kantor Urusan Agama  Kecamatan Bathin Solapan H. Surianto, SHI , tokoh agama , tokoh adat dan tokoh masyarakat yang ada di empat kecamatan Mandau, Pinggir, Tualang Mandau dan  Bathin Solapan. Acara tersebut dihadiri kurang lebih 40 peserta sosialisai dan 30 tamu undangan dari berbagai ormas.

Setelah sesi pembukaan berakhir , kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang moderasi beragama, materi pertama diisi oleh ketua komisi I DPRD Provinsi Riau Nur Azmi Hasyim,ST,MM. Dalam penyampainnya beliau mengatakan bahwa Bengkalis adalah daerah yang kaya akan keberagaman. Maka sangat penting untuk menjaga dan memupuk kerukunan antar ummat beragama ini. Di samping itu beliau juga menyampaikan bahwa DPRD Provinsi Riau melalui komisi satu akan siap mendukung dan menaikkan anggaran untuk kegiatan-kegiatan Forum Kerukunan Ummat Beragama.

Materi selanjutnya disampaikan oleh ketua FKUB Provinsi Riau KH. Abdurrahman Qoharuddin, MA. Dalam penyampainnya KH Abdurrahman Qoharuddin,MA menjelaskan bahwa indeks kerukunan ummat beragama di Riau mengalami pasang surut, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Untuk menjaga keharmonisan antar ummat beragama beliau berpesan agar dalam memahami suatu agama jangan terlalu ekstrim kanan atau ekstrim kiri, ditengah-tengah saja atau yang sedang-sedang saja, papar KH. Abdurrahman Qoharuddin, MA . Selain itu KH. Abdurrahman Qoharuddin juga berpesan agar sering-sering ngopi, dengan ngopi silaturrahmi terjalin dan melahirkan solusi, ungkapnya sambil tersenyum.

Mewakili Kantor Kementerian Agama Wilayah Riau materi disampaikan oleh H. Gana Radguna,S.Ag, MH tentang peran kementerian agama dalam menjaga dan merawat kerukunan ummat beragama.

Menurut beliau ada empat indikator moderasi beragama yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan menghargai teradisi. Indeks kerukunan ummat beragama Provinsi Riau mulai dari tahun 2016 s/d 2025 mengalami naik turun. Tahun 2016 indeks kerukunan umat beragama di Riau berada di rangking 31 secara nasional, pada tahun 2017 naik jadi rangking 30, di tahun 2018 jadi rangking 26, sementara di tahun 2019 turun lagi jadi rangking 30, di tahun 2021 rangking 31 dan mulai naik lagi ditahun 2022 menjadi rangking 17. Kemudian di tahun 2024 naik signifikan menjadi rangking  2 secara nasional, paparnya.

Materi terakhir diisi oleh ketua FKUB Kabupaten Bengkalis H. Zulfikar Indra tentang peran tokoh agama atau penyuluh agama dalam mewujudkan toleransi beragama . Ada beberapa tugas tokoh agama atau penyuluh agama dalam mewujudkan toleransi beragama yaitu keteladanan, motivator,mediator dan konselor , ungkap H. Zulfikar Indra menutup materinya.

Setelah semua materi selesai kegiatan ditutup dengan diskusi panel . Dalam diskusi tersebut perwakilan dari penyuluh agama islam, pendeta dan tokoh masyarakat menyampaikan pertanyaan dan harapan terkait dengan moderasi beragama di Kabupaten Bengkalis. Semua pertanyaan dijawab oleh pemateri dengan baik.