0 menit baca 0 %

PAI KUA Kec. Pinggir Bergerak Serentak Wujudkan Data Akurat untuk Pesantren Hebat

Ringkasan: Pinggir (Kemenag) Dalam upaya memperkuat basis data pendidikan Islam nasional, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) melaksanakan kegiatan pendataan sarana dan prasarana pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Pinggir (Kemenag) โ€” Dalam upaya memperkuat basis data pendidikan Islam nasional, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) melaksanakan kegiatan pendataan sarana dan prasarana pondok pesantren di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Tingkat Menteri yang digelar di Kantor Kemenko PMK pada 10 Oktober 2025 dan dituangkan dalam surat resmi Ditjen Pendis Nomor B-1858/DJ.I/HM.02.1/10/2025 tertanggal 11 Oktober 2025.

Menindaklanjuti surat tersebut, para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pinggir melaksanakan kegiatan pendataan pada Senin, 13 Oktober 2025, di seluruh pondok pesantren yang berada di wilayah Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Pendataan dilakukan dengan penuh semangat dan tanggung jawab, sebagai bagian dari kontribusi Kementerian Agama dalam menghadirkan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dijadikan dasar kebijakan nasional di bidang pendidikan pesantren.

Kepala KUA Kecamatan Pinggir, R. Hadi Peratama Jaya, S.H, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada para penyuluh yang telah bekerja langsung di lapangan.

"Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat peran pesantren dalam pembangunan pendidikan Islam. Penyuluh kita di Pinggir telah menunjukkan dedikasi luar biasa dengan turun langsung melakukan verifikasi data di setiap pondok. Mereka tidak hanya mencatat, tetapi juga membangun komunikasi dan kepercayaan dengan pengurus pesantren,โ€ ujar Hadi.ย 

Dalam kegiatan ini, para penyuluh mendatangi setiap pondok pesantren di wilayah Kecamatan Pinggir untuk melakukan verifikasi dan pencatatan langsung terkait kondisi bangunan, fasilitas belajar, jumlah santri, serta tenaga pengajar. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan terkoordinasi dengan baik.

Salah satu penyuluh yang turut aktif dalam kegiatan ini, Baijuri, S.HI, mengungkapkan bahwa kegiatan pendataan ini bukan hanya sekadar rutinitas administrasi, melainkan juga bentuk kepedulian terhadap kemajuan lembaga pendidikan Islam di daerah.

"Kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan nasional ini. Melalui pendataan ini, kami semakin memahami kondisi pesantren di wilayah kami. Harapannya, data yang kami himpun dapat menjadi dasar bagi kebijakan yang lebih berpihak kepada kebutuhan pesantren dan santri,โ€ tutur Baijuri dengan penuh semangat.

Pendataan pesantren ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara KUA, penyuluh agama, dan lembaga pesantren di daerah. Dengan semangat kolaborasi, para penyuluh KUA Pinggir berkomitmen memastikan setiap data yang dikumpulkan valid, akurat, dan tepat waktu.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Suyitno, dalam surat edarannya menegaskan bahwa pendataan pesantren ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan strategis yang akan dipaparkan oleh Menteri Agama di hadapan Presiden Republik Indonesia. โ€œData yang akurat adalah kunci pembangunan pesantren yang berdaya saing dan mandiri,โ€ tulisnya dalam arahan tersebut.

Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Pinggir menunjukkan komitmennya dalam mendukung penuh langkah Kementerian Agama untuk menghadirkan pesantren yang lebih kuat, unggul, dan relevan dengan tantangan zaman.