Kuansing (Kemenag)– Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan literasi keagamaan dengan melaksanakan program Sinergi Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur'an bagi siswa-siswi MTs Negeri 2 Kuantan Singingi. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi aktif para Penyuluh Agama Islam Fungsional, yakni Muhammad Isam, Jusniwati, dan Sapri Marlian, yang hadir langsung sebagai pembimbing dan fasilitator utama dalam pelaksanaan program tersebut. Kamis 24 Juli 2025. Ruangan kepala Madrasah Mts 2 Kuantan Singingi.
Kegiatan berlangsung di lingkungan MTs Negeri 2 Kuantan Singingi dengan antusiasme tinggi dari para peserta didik. Para penyuluh secara sistematis membimbing siswa dalam membaca, menghafal, serta memahami dasar-dasar bacaan Al-Qur'an dengan metode yang interaktif dan aplikatif. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan bekal literasi Al-Qur’an kepada siswa yang masih mengalami kendala dalam membaca huruf hijaiyah dan menyambung bacaan secara tartil.
Kepala KUA Kecamatan Sentajo Raya, Rindra Febrian, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pemberantasan buta aksara Al-Qur’an merupakan bagian dari misi Kementerian Agama dalam meningkatkan pemahaman dan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an. “Sinergi antara penyuluh agama dan lembaga pendidikan adalah kunci penting dalam menyelesaikan persoalan literasi keagamaan di tengah masyarakat, terutama di kalangan remaja dan pelajar,” tegasnya.
Muhammad Isam, salah satu penyuluh yang terlibat, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar mengajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dalam diri siswa. “Kita ingin para siswa tidak hanya bisa membaca, tapi juga mencintai Al-Qur’an, menjadikannya sebagai pedoman hidup,” ujarnya.
Sementara itu, Jusniwati dan Sapri Marlian turut menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini dapat menjadi program rutin dan diperluas ke sekolah-sekolah lain. Menurut mereka, banyak siswa yang sebenarnya memiliki semangat tinggi untuk belajar Al-Qur’an namun belum mendapat akses pembelajaran yang memadai.
Kepala MTs Negeri 2 Kuantan Singingi mengapresiasi upaya sinergis KUA Sentajo Raya dan berharap kerjasama semacam ini dapat terus berlanjut. Ia juga menyampaikan bahwa pihak madrasah siap memberikan dukungan fasilitas dan waktu agar kegiatan berjalan efektif dan berkesinambungan.
Program ini diharapkan menjadi model kolaboratif antara KUA dan lembaga pendidikan dalam menjawab tantangan buta aksara Al-Qur’an yang masih terjadi di beberapa daerah. Dengan pendekatan yang sistematis, kolaboratif, dan berkelanjutan, diharapkan generasi muda Kuantan Singingi mampu menjadi generasi Qur’ani yang cerdas, santun, dan berakhlak mulia.(RDW)