0 menit baca 0 %

PAI KUA Mandau Ahmad Sehat Gelar Kajian Rutin Bersama Majlis Ta’lim Almanar Jalan Obor I Kelurahan Duri Barat

Ringkasan: Mandau (Kemenag) Penyuluh agama islam KUA kecamatan Mandau Ahmad Sehat menggelar kajian tatap muka dengan majlis ta lim Almanar di Mesjid Almanar jalan Obor I Senin ,14/07/2025. Pertemuan ini dihadiri oleh 10 orang jamaah.Kegiatan ini merupakan binaan rutin dari penyuluh agama islam yang dilakukan s...

Mandau (Kemenag) – Penyuluh agama islam KUA kecamatan Mandau Ahmad Sehat menggelar kajian tatap muka dengan majlis ta’lim Almanar di Mesjid Almanar jalan Obor I Senin ,14/07/2025. Pertemuan ini dihadiri oleh 10 orang jamaah.
Kegiatan ini merupakan binaan rutin dari penyuluh agama islam yang dilakukan setiap hari Senin siang mulai jam 14.00 wib sampai 15.30 wib. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan bimbingan terkait tahsin. Dalam rangka memperbaiki bacaan qur an jamaah kegiatan ini sangat bermanfaat apalagi dilakukan berkesinambungan terus menerus sekali dalam sepekan. Dari pertemuan kepertemuan materi yang dibahas berlanjut tentang materi tajwid, kata Ahmad Sehat.
Hari Senin 14 Juli 2025  materi tajwid  yang dibahas adalah tentang mad layyin. “mad layyin adalah hukum bacaan yang terjadi jika ada huruf mad berupa wau sukun (??) atau ya’ (??) sukun dan huruf sebelumnya berharakat  fathah bertemu dengan "ya" atau "wau" sukun (?? / ??) dalam satu kata. Mad layyin menurut istilah ialah kalimat yang dibaca dengan lembut dan halus. Oleh karena itu, mad layyin tidak boleh dibaca  panjang, kecuali dalam keadan waqaf. Mad layyin ini berguna pada saat bacaan berhenti, waqaf di tanda berhenti atau waqaf pada ujung ayat. Walaupun ketika ingin berhenti atau waqaf di tengah-tengah ayat karena terpaksa, hukumnya tetap diperbolehkan. Mad layyin ini dibaca panjang 2 sampai 6 harkat”jelas Ahmad Sehat.
Setelah memberikan penjelasan dan contoh yang mudah dipahami, semua jamaah mengertia dan siap untuk mempraktekkan ilmu yang baru saja didapatkan. Jamaah disuruh satu persatu membaca beberapa ayat dan mengkoreksi dan memperbaiki bacaan jamaah terkait materi-materi yang sudah dipelajari seperti mad thobi’i, mad badal, mad arid lissukun , mad jaiz munfasil,  mad wajib muttasil dan mad layyin.
Kegiatan tatap muka ini berjalan dengan lancar dan penuh antusias dari jamaah. Jamaah merasa bersyukur bisa mempelajari tajwid  dengan cara seperti ini.