Rokan Hilir (Kemenag) — Dalam rangka mendukung program prioritas Kementerian Agama RI di bidang Ekoteologi, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanah Putih melaksanakan kegiatan penanaman 66 pohon durian di lahan percontohan, Ahad (19/10/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian PAI terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran ekoteologis di tengah masyarakat.
Sebanyak 66 bibit durian yang ditanam berasal dari berbagai varietas unggulan, antara lain Kani, Duri Hitam, Bintan dan Bawor. Penanaman ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memelihara ciptaan Tuhan melalui tindakan nyata.
Salah seorang PAI KUA Kecamatan Tanah Putih, Eddy Welly yang ikut serta dalam penanaman tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna religius dan ekologis yang kuat.
“Air memiliki peran yang sangat penting dalam Islam, khususnya untuk bersuci. Menjaga sumber air berarti juga menjaga kesucian dan kelestarian kehidupan,” ujarnya di sela kegiatan penanaman.
Menurutnya, keberadaan pohon sangat berperan dalam menjaga ketersediaan air tanah dan mencegah kekeringan, terutama di saat musim kemarau panjang. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menjadi wujud pengamalan nilai-nilai keagamaan yang menekankan keseimbangan antara manusia dan alam.
Lebih lanjut, Eddy menambahkan bahwa penanaman pohon durian juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.
“Insya Allah, jika pohon ini tumbuh dan berbuah dengan baik, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat. Ini adalah bentuk ibadah sosial yang nyata,” tambahnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen PAI KUA Kecamatan Tanah Putih dalam mendukung visi Kementerian Agama RI untuk mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui program Ekoteologi, para penyuluh diharapkan terus menjadi teladan dalam menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual dan sosial umat beragama. (TH/Humas)