0 menit baca 0 %

PAI Latih Warga Tata Cara Menyiapkan Kain Kafan Sebelum Mengafani Jenazah

Ringkasan: Rokan Hilir (Kemenag) - Untuk memastikan masyarakat memiliki pemahaman yang benar dan lengkap tentang tata cara pengurusan jenazah, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Bangko Pusako, Asrul Kamil mengadakan pelatihan praktik tata cara menyiapkan kain kafan sebelum mengafani mayit.

Rokan Hilir (Kemenag) - Untuk memastikan masyarakat memiliki pemahaman yang benar dan lengkap tentang tata cara pengurusan jenazah, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Bangko Pusako, Asrul Kamil mengadakan pelatihan praktik tata cara menyiapkan kain kafan sebelum mengafani mayit. Selasa, (2/9/2025) pukul 20.00 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan warga, khususnya bapak-bapak jemaah masjid Al-Hikmah Kepenghuluan Bangko Mukti, sebahagian besar mereka yang hadir adalah orang-orang yang dituakan dan di segani di wilayah tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Asrul Kamil tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga mempraktikkan langsung cara mengukur, memotong, dan melipat kain kafan dengan benar. Peserta diajarkan urutan meletakkan kain, penggunaan tali pengikat, hingga posisi jenazah yang sesuai syariat.

"Persiapan kain kafan tidak boleh dilakukan sembarangan, harus sesuai dengan syariat agama Islam, selain itu, hal ini merupakan bagian dari penghormatan terakhir kepada jenazah. Oleh sebab itu, kita perlu mengetahui dan mempraktikkannya dengan baik, dan benar," ujarnya sembari memegang kain kafan.

Selain itu, diakhir kegiatan, Asrul Kamil juga berpesan agar ilmu yang telah didapat tidak hanya disimpan, tetapi juga diamalkan dan disebarkan kepada anggota keluarga serta tetangga. 

"Ini adalah bekal penting bagi kita semua. Semoga dengan ilmu yang kita peroleh hari ini, kita bisa menunaikan kewajiban kita kepada saudara sesama muslim dengan sempurna, serta mari kita berbagi kepada sesama keluarga maupun tetangga," tutupnya.

Jemaah yang hadir terlihat antusias mengikuti praktik ini. Mereka diberikan kesempatan mencoba langsung menyiapkan kain kafan, sehingga tidak hanya memahami teori, tetapi juga terampil melakukannya.

Salah seorang jemaah, Muhammad Aziz mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat baginya, menurutnya kegiatan ini menambah wawasan dan pengetahuan seputar penyelenggaraan jenazah dengan benar sesuai syariat.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan praktik ini, kegiatan ini memberikan mamfaat yang sangat besar bagi kami, kami lebih memahami bagaimana cara menyiapkan kain kafan dengan benar sesuai syariat, mulai dari hitungan lapis, mengukur, melipat, hingga meletakkan kapur barus pada kain kaffan, penjelasan beliau sangat jelas dan mudah dipahami," ucapnya. 

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyelenggaraan jenazah. Sehingga ketika dibutuhkan, mereka mampu melaksanakan dengan baik sesuai tuntunan syariat Islam. (Humas)